Categories: Bengkalis

Teknologi AIS Mudahkan Nelayan Deteksi Ikan di Laut

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Guna memantau aktivitas di perairan Selat Melaka, Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kabupaten Bengkalis,  memperkenalkan teknologi Automatic Indentification System (AIS). Teknologi ini untuk mendukung kebijakan pembangunan insfrastruktur kemaritiman di wilayah Selat Melaka dan sekitarnya.

Pengenalan teknolgi AIS yang dilaksanakan di Aula Kantor BPP Bengkalis, dihadiri Plt Kepala BPP Bengkalis Dahen Tawakal, Danposal Bengkalis Letda Laut Yustin, Kasat Pol Air, Kasatnarkoba Polres Bengkalis, kepala desa dan kelompok nelayan di Kabupaten Bengkalis.

Teknologi AIS ini dikembangkan oleh Politeknik Negeri Bengkalis bekerja sama dengan BPP Bengkalis. "Melalui diseminasi atau pengenalan terhadap AIS, agar masyarakat tahu terhadap perkembangan di Selat Melaka dan kita mendapat alat penunjang AIS dari ITS Surabaya. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memantau seluruh pergerakan perairan di Selat Melaka," ujar Plt Kepala BPP Dahen Tawakal.

Dahen menjelaskan, AIS mampu menangkap data kapal sejauh 180 Km. Saat ini ada sebanyak 84 ribu aktivitas kapal di Selat Melaka dan 390 kapal pesiar yang hanya sekedar lewat di Bengkalis.

"Ke depan bagaimana kita bisa memanfaatkan padatnya aktivitas perairan itu. Kita berupaya agar kapal pesiar yang melintas singgah sebentar ke Pulau Rupat atau ke Pulau Bengkalis sehingga dolar masuk ke Bengkalis," ungkapnya.

Menurut Dahen, teknologi AIS ini juga dapat dimanfaatkan untuk penambahan PAD, yakni dari sandar dan berlabuh di perairan Selat Bengkalis dan ini tentu perlu regulasi. AIS juga bermanfaat untuk menghindari pencemaran laut, serta gelombang kapal yang mengakibatkan abrasi di beberapa pulau Bengkalis.

Selain itu sambung Dahen, dengan AIS akan memantau keberadaan nelayan, lalu lintas kapal dan juga titik kumpul ikan. "Kami berharap nelayan kita lebih profesional, agar nelayan bisa tau di mana lubuk ikan. Kita ingin nelayan pulang membawa hasil tangkapan yang maksimal, alat ini akan kita kembangkan terus," terangnya.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Jerman Hadapi Paraguay, Nagelsmann Sebut Sistem 32 Besar Merugikan Juara Grup

Pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengkritik format babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena hanya memiliki…

7 jam ago

Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Koalisi Sipil Desak Investigasi Independen

Kematian lima calon manajer Koperasi Merah Putih saat latsarmil menuai sorotan. Koalisi sipil mendesak investigasi,…

7 jam ago

Kebakaran Hebat Hanguskan 300 Kios di Tembilahan, Pemkab Pastikan Pedagang Tetap Berjualan

Pemkab Inhil menyiapkan relokasi sementara usai sekitar 300 kios Pasar Rakyat dan Pasar Terapung Tembilahan…

7 jam ago

Duel Panas Brasil vs Jepang, Ancelotti Usung Misi Revans di Piala Dunia 2026

Brasil mengusung misi balas dendam saat menghadapi Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026…

7 jam ago

Naik Bus TMP Cuma Rp242, Promo HUT Pekanbaru Berlaku hingga 30 Juni

Pemko Pekanbaru menghadirkan promo tarif Bus Trans Metro Pekanbaru hanya Rp242 hingga 30 Juni dalam…

7 jam ago

10 Jalur Lolos ke Hari Ketiga, Pacu Jalur Rayon II Disaksikan Ribuan Penonton

Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Sebanyak 10 jalur berhasil…

1 hari ago