bedah-buku-asah-intelektual-dan-perdalam-wawasan
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Bupati Bengkalis Kasmarni membuka secara resmi acara Bedah Buku Kumpulan Cerpen Karya Amrizal Isa Al Bangkalisi dan Karya Marzuli Ridwan Al-Bantany.
Bedah buku ini diselenggarakan MUI Kabupaten Bengkalis bekerja sama dengan penerbit buku asli Bengkalis Dotplus Publisher, Selasa (14/9/2021).
Buku yang dibedah berjudul Menabur Budi dan Pada Senja yang Basah. Pembedahnya adalah Prof DR H Gamal Abdul Nasir (Dosen Universitas Brunei Darussalam), Syaukani Al-Karim (Budayawan Riau), Musa Ismail (Sastrawan Riau) dan Riza Pahlevi (Sastrawan Bengkalis).
Bupati Bengkalis Kasmarni mengatakan, kegiatan bedah buku sangat bermanfaat, karena dapat mengasah intelektual untuk memperdalam wawasan serta memberikan saran dan masukan terkait kekurangan dan kelebihan buku dimaksud.
"Mari kita ambil manfaat dan pembelajaran dari sudut pandang apa yang ditulis oleh penulis dan kita dapat mendalaminya, sehingga kita sebagai pembaca tidak mendapatkan informasi yang salah," ujarnya.
Kasmarni berharap, melalui kegiatan bedah buku, dapat menumbuhkan minat baca masyarakat terutama pemuda-pemudi Kabupaten Bengkalis, sekaligus sebagai wadah inspirasi bagi generasi muda kabupaten bengkalis dalam mengembangkan kemampuan menulisnya.
"Karena itu, kami sangat menyambut baik kegiatan ini, untuk menumbuhkan minat membaca dan menulis masyarakat terutama generasi muda,” ujar Kasmarni.
Hadir dalam acara ini Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Sofyan, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Kemenag Bengkalis Khaidir dan diikuti sebanyak 60 peserta melalui zoom meeting.
Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: E Sulaiman
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…