Categories: Bengkalis

Siswa Diingatkan Bahaya Gadget

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Para pelajar SMPN 1 Pinggir diingatkan tentang bahaya gadget yang bisa merusak mental dan masa depan pelajar. Karena mudahnya dalam mendapatkan handphone melalui akses internet yang murah, tentu perlu filter dalam penggunaanya.

“Ya, kondisi hari ini dengan kemajuan teknologi bisa menjadi ancaman serius, kalau para siswa tidak dikontrol oleh orang tua, sekolah dalam menggunakan handphone, khususnya dalam bermedia sosial,” ujar Kepala Desa (Kades) Muara Basung, Akhyar Mukmin saat menjadi narasumber pada kegiatan projek penguatan profil pelajar di SMPN I Pinggir, Sabtu (10/8).

Ia menyebutkan, untuk menangkal lajunya perkembangan teknologi, maka perlulah ditegakkan kearifan lokal dan sejarah perkembangan Desa Muara Basung pada masa lalu.

“Ya, zaman sekarang ini generasi muda bisa rusak, kalau tidak pandai-pandai mengendalikan diri bisa rugi dan tidak maju dalam menjalankan kehidupan. Zaman media sosial, tanpa disadari waktu habis hanya menggunakan Hp. Hanya berapa persen kegunaan Hp untuk anak sekolah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, anak-anak perlu melihat, bagaimana orang tua bertungkus lumus mencari rezeki untuk biaya sekolah dan menjalankan perekonomian keluarga. Di Muara Basung sudah lengkap semuanya, mulai guru, Kasek, Kades, camat, dewan dan bupati.

“Kenapa mereka bisa, tentunya memiliki keteguhan hati untuk menjadi seseorang suatu saat nanti. Ditambah kepedulian yang tinggi untuk membangun daerahnya. Di sini kita merupakan desa yang heterogen, banyak suku-suku di luar Sakai dan Melayu ada ditempat kita ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk mengingat sejarah dan kearifan lokal, Desa Muara Basung disebut desa bertuah dengan makna desa berkah, maju, baik, sejahtera. Dulu namanya Sempak Mabasung, desa ini milik orang Suku Sakai.

“Jauh sebelum ada orang Melayu, Minang, Jawa, Batak, dulu tidak ada wilayah. Wilayah ini diberikan kebatinan Tengganau, sekitar 1950-an. Pusatnya di Kuala Penaso. Penaso itu belum di daratan masih diatas sungai pemukiman masyarakat, rumahnya seperti rakit. Di sana ada Batin Beringin Sakai, dan Batin Penaso,” ucapnya.(ksm)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Sempat Tertunda, Fakhriadi Syamsuddin dan Istri Resmi Berangkat Haji Bersama Kloter BTH 21

Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…

15 jam ago

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…

17 jam ago

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

1 hari ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

1 hari ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

2 hari ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

2 hari ago