Jemaah haji asal Kota Pekanbaru, Fakhriadi Syamsuddin Karanin bersama pendampingnya, Jermi Yurnalis Sudin, resmi diberangkatkan ke Arab Saudi, Sabtu (16/5/2026). (Istimewa)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Jemaah haji asal Kota Pekanbaru, Fakhriadi Syamsuddin Karanin bersama pendampingnya, Jermi Yurnalis Sudin, resmi diberangkatkan ke Arab Saudi pada Sabtu (16/5/2026) setelah dinyatakan sehat dan layak terbang.
Keduanya berangkat melalui Embarkasi Batam bersama Kloter BTH 21 yang tergabung dengan jemaah asal Provinsi Jambi.
Sejak berada di asrama haji, para jemaah telah mengenakan kain ihram untuk melaksanakan ibadah umrah dan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon mengatakan proses keberangkatan berjalan lancar setelah seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan dan administrasi dinyatakan memenuhi syarat.
“Alhamdulillah, jemaah atas nama Fakhriadi Syamsuddin Karanin bersama pendamping Jermi Yurnalis Sudin telah dinyatakan layak terbang dan hari ini diberangkatkan menuju Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji,” ujar Defizon.
Hingga 16 Mei 2026, jumlah jemaah haji asal Provinsi Riau yang telah berada di Arab Saudi tercatat mencapai 4.694 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 4.625 jemaah haji, 21 Petugas Haji Daerah (PHD), lima pembimbing KBIHU dan 43 petugas kloter.
Sementara itu, terdapat sejumlah jemaah yang mengalami penundaan maupun batal berangkat. Rinciannya, satu orang masih dirawat di Batam, 12 orang dipulangkan ke daerah yang terdiri dari lima orang sakit, satu wafat, satu hamil dan lima pendamping.
Selain itu, dua jemaah dilaporkan sakit di daerah dan satu orang lainnya meninggal dunia di daerah.
Defizon mengimbau seluruh jemaah haji asal Riau agar memanfaatkan waktu selama berada di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah dan menjaga kekhusyukan.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah agar tidak menyia-nyiakan waktu berharganya di Tanah Suci hanya untuk sibuk berswafoto. Fokuskan diri untuk beribadah, memperbanyak doa, dzikir dan menjaga kekhusyukan agar memperoleh haji yang mabrur,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga Kartu Nusuk selama berada di Arab Saudi karena menjadi identitas utama dan dokumen penting penunjang aktivitas jemaah.
Selain itu, jemaah diminta menjaga kondisi tubuh dengan mengatur aktivitas, memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi kegiatan di luar ruangan yang tidak mendesak serta menggunakan payung, masker dan alas kaki saat beraktivitas di tengah cuaca ekstrem.
Khusus bagi jemaah lanjut usia dan risiko tinggi, Defizon meminta agar tetap berada dalam pengawasan petugas kloter maupun pendamping agar kondisi kesehatan tetap terpantau.
Sementara itu, hingga kini tercatat dua jemaah haji asal Provinsi Riau meninggal dunia di Arab Saudi. Mereka adalah Dawanus Mahmud Muhammad (52) asal Kabupaten Kampar dari Kloter BTH 05 yang wafat di Madinah dan Marati Kasmuri Usman (66) asal Kabupaten Bengkalis dari Kloter BTH 09 yang wafat di Makkah.(ilo)
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…
Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…