ywpm-bagikan-160-paket-sembako-ke-kaum-duafa
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Selama Puasa Ramadan 1442 Hijeriyah, Yayasan Wakaf Pambang Madani (YWPM) berbagi berkah, dengan membagikan sembako kepada warga kurang mampu dan mualaf di empat desa.
Pembagian sembako ini dilaksanakan sejak awal hingga akhir Ramadan, dikhususkan bagi kaum duafa di Desa Telukpambang, Sukamaju, Pambang Baru dan Pambang Pesisir. Hingga saat ini sudah 160 paket sembako dibagikan kepada kaum duafa.
Demikian dikatakan Ketua Yayasan Wakaf Pambang Madani Dr Nurjanah kepada Riau Pos, Senin (10/5).
Pembagian sembako ini dibagi dua tahap. Untuk tahap pertama dibagikan kepada 50 KK. Kemudian ditahap kedua dibagikan 110 paket untuk 110 KK.
“Berbagi Berkah ini akan dijadikan program rutin dilakukan yayasan. Untuk tahap pertama ini diberikan kepada 160 warga di empat desa di Kecamatan Bantan,” kata Nurjanah.
Menurut dia, penerima yang berhak mendapat sembako ini sudah disurvei dan didata oleh tim. “Alhamdulillah hari ini puluhan paket sudah kita sampaikan kepada yang berhak,” kata dosen Fisipol Unri ini lagi.
Menurut dia sembako yang dibagikan tersebut merupakan sumbangan dari warga Pambang yang berada di berbagai daerah khususnya di Pekanbaru. Juga ada donatur tetap ikhlas mengeluarkan rezekinya untuk masyarakat kurang mampu dan mualaf di empat desa ini.
“Semoga kegiatan ini berlanjut dan mohon doa, agar Yayasan Wakaf Pambang Madani berkembang dan maju,” harapnya.(esi)
Warga Duri tertipu Rp7 juta dengan modus janji kerja. Pelaku berhasil ditangkap polisi setelah korban…
Pelatih Timnas U-17 Kurniawan targetkan juara AFF 2026. Tekankan mental juara sebagai persiapan menuju Piala…
Mangrove di Inhil menyusut drastis, picu abrasi dan banjir. Warga mulai menanam kembali demi menyelamatkan…
Wako Pekanbaru tinjau lokasi kebakaran di Senapelan dan pastikan bantuan untuk korban. Satu rumah hangus,…
Kuansing gagal meraih Adipura 2025 akibat masalah sampah. Kondisi kebersihan Telukkuantan dinilai belum memenuhi standar…
Kebakaran terjadi di ruang panel Fakultas Saintek UIN Suska Pekanbaru. Diduga akibat korsleting listrik saat…