Proses memadamkan api di ruang panel lantai satu gedung sains dan teknologi UIN Suska Riau. Warga For Riaupos.co
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) KEBARAKAN terjadi di ruang panel Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim pada Sabtu (11/4/2026) dini hari. Peristiwa ini sempat mengejutkan warga kampus, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Insiden tersebut pertama kali diketahui setelah adanya laporan kebakaran yang beredar melalui video. Salah seorang mahasiswa akuntansi UIN Suska, Figa Guspianda Axima, mengaku langsung menuju lokasi setelah menerima informasi tersebut.
Karena tempat tinggalnya berada di dekat kampus, ia tiba saat api masih terlihat menyala. Figa menyebut dirinya sempat terkejut dan memastikan langsung kondisi di lapangan setelah mendengar suara mobil pemadam kebakaran.
Setibanya di lokasi, petugas Satuan Pengamanan (Satpam) bersama tim pemadam kebakaran sudah berada di tempat kejadian. Dari informasi yang dihimpun, kebakaran bermula ketika Satpam yang bertugas melihat aliran listrik di gedung Fakultas Saintek tiba-tiba padam.
Kecurigaan muncul saat terlihat asap dari bagian atas ruangan. Petugas kemudian berupaya memeriksa sumber asap tersebut, namun pintu dalam kondisi terkunci dengan rantai sehingga harus dibobol menggunakan alat.
Laporan ke pemadam kebakaran dilakukan sekitar pukul 01.33 WIB. Tim pemadam tiba di lokasi dalam waktu kurang lebih delapan menit. Namun, proses pemadaman tidak bisa langsung dilakukan karena aliran listrik belum sepenuhnya diputus.
Salah seorang saksi, M Falhan Arifin, mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Saintek, mengatakan petugas harus menunggu pihak PLN untuk memastikan arus listrik benar-benar aman sebelum memadamkan api.
Setelah listrik dipadamkan secara menyeluruh, api akhirnya berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 10 menit. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Akibat kebakaran tersebut, satu ruangan panel mengalami kerusakan parah. Selain itu, fasilitas lain seperti toilet, pipa air, serta beberapa kaca jendela turut terdampak.
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi saat hujan disertai petir. Kondisi atap yang bocor juga diduga memperparah situasi karena air mengenai instalasi listrik.
“Diduga karena korsleting listrik dan adanya kebocoran air. Di lokasi juga terdapat material yang mudah terbakar,” ujar Falhan.(muh)
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…
Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…
Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…
DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…
Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…