Categories: Bengkalis

Polbeng Bina Tata Kelola Bumdes Resam Lapis

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Tim Pengabdian Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali hadir, dalam pembinaan dan pelatihan tata kelola administrasi dan keuangan di Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mulia Jaya Abadi Resam Lapis.

"Selama ini desa dianggap sebagai obyek dan cukup menjalankan instruksi saja, namun dengan adanya dana desa menjadi amunisi baru yang membuat desa dapat membangun wilayahnya sendiri," ujar Kepala Desa Resam Lapis, Junaidi.

Ia mengatakan, salah satu tantangan bagi Bumdes adalah mengoptimalkan dan menghasilkan usaha, yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat desa. 

Ia menyebutkan, kegiatan pengabdian masyarakat ini terselenggara berkat kerja sama antara Polbeng dan Pemerintah Desa Resam Lapis. Permasalahan yang ada pada saat ini menurut Junaidi, perlu dibenahi yaitu sistem administrasi dan pencatatan keuangan serta pelaporan yang diharapkan akan menjadi lebih tertib, cermat, cepat, mudah dan transparan.  

"Dengan adanya kerja sama antara Polbeng dan Bumdes Mulia Jaya Abadi Desa Resam Lapis akan lebih maju dan lebih baik lagi kedepannya dalam pengelolaan keuangan pada masing-masing unit usaha yang ada saat ini," harap Junaidi.

Sementara Ketua P3M Politeknik Negeri Bengkalis M Afridon mengungkapkan, pembinaan dan pelatihan merupakan bagian dari kegiatan Polbeng membangun desa yang merupakan agenda prioritas Polbeng untuk turut andil dalam mengembangkan Bumdes di Kabupaten Bengkalis.

Direktur Bumdes Resam Lapis, Muhammad Fariz menyampaikan apresiasi, dukungan serta ucapan terima kasih. Pembinaan dan pelatihan ini sangat membantu dalam mengelola keuangan di Bumdes. Terutama pencatatan akuntansi untuk masing-masing unit usaha yang  dimiliki. "Oleh karena ketiga unit usaha yang kami miliki ini berbeda jenis yaitu usaha bidang produksi, usaha dagang, dan usaha jasa simpan pinjam. Kami baru menyadari setelah pembinaan ini bahwa masing-masing unit ini ternyata metode pencatatannya berbeda antar unit, sehingga harus dicatat sesuai dengan karakteristik bisnisnya," ujarnya.(ksm)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Kampung Terendam Kini Punya Wajah Baru, Resmi Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba

Kampung Terendam di Pekanbaru resmi menjadi Kampung Tangguh Antinarkoba sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika.

13 jam ago

Perjuangan Daerah Istimewa Riau Belum Padam, 130 Organisasi di Riau Tetap Solid Mendukung

Perjuangan Daerah Istimewa Riau terus berlanjut setahun setelah deklarasi bersama, dengan dukungan ratusan organisasi masyarakat.

13 jam ago

Sambut Event Bakar Tongkang, Rohil Hadirkan Aplikasi Pintar untuk Wisatawan

Rohil siapkan aplikasi digital terintegrasi untuk memudahkan wisatawan saat menghadiri perhelatan budaya Bakar Tongkang.

14 jam ago

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

2 hari ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

2 hari ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

2 hari ago