Categories: Bengkalis

Kasus Pembunuhan Sadis dan Sodomi Sudah P21

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Kasus tindak pidana pembunuhan sadis disertai sodomi yang dilakukan IN (48) terhadap anak di bawah umur RW (14), warga Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis, sudah memasuki tahap akhir dan dinyatakan lengkap (P21) oleh Polres Bengkalis.

"Pemeriksaan tersangka IN sudah dinyatakan P21 (lengkap) dan sudah kami limpahkan ke JPU tahap dua bersama barang buktinya, untuk selanjutnya segera disidangkan. Kami sudah limpahkan ke JPU akhir Oktober lalu," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan melalui Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, Jumat (5/11/2021).

Sebelumnya kata Meky, aksi sadis pelaku sudah dilakukan rekontruksi setidaknya ada delapan adegan hingga menghabisi nyawa korban RW (14) yang ditemukan tewas mengenaskan di semak-semak Jalan Pembangunan II, Desa Sungai Batang.

Dalam adegan, tersangka pelaku tunggal itu menyodomi korban dan korban akan mengadu ke orang tuanya. Itu membuat tersangka cemas dan panik, kemudian tega menghabisi nyawa korban.

Akhirnya, teka-teki korban RW ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan terjawab. Setelah proses penyelidikan sekitar tiga pekan, Polres Bengkalis, menetapkan IN (48) sebagai pelaku, ternyata juga warga Desa Ketam Putih.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pembunuhan sadis itu, tersangka IN sempat ditahan oleh petugas karena dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu. Hasil tes urine positif, sejak bulan Juni lalu.

"Kasus dugaan pembunuhan sadis itu terungkap setelah kami memeriksa setidaknya 18 orang saksi dan petunjuk yang mengarah ke seorang pelaku yakni IN. Terkait dengan keterlibatan terhadap kasus narkoba, tersangka juga sudah menjalani persidangan dan dijatuhi hukuman kurungan selama satu tahun," ujarnya.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

7 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

7 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

7 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

7 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

7 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

8 jam ago