Petugas e-ticketing Pelabuhan Ro-Ro Bengkalis melakuan penjualan tiket secara manual. Ini dikarenakan mesin e-ticketing rusak dan tidak berfungsi, Kamis (2/5/2024). (abu kasim/riau pos)
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sudah dua bulan terakhir ini mesin e-ticketing rusak, maka pembelian tiket penyeberangan Ro-Ro Bengkalis dilakukan secara manual. Padahal penggunaan sistem e-ticketing untuk menghindari para penumpung Ro-Ro saling menyerobot.
Pantauan di lapangan, ketika mobil akan melewati portal pembelian tiket di Ro-Ro Air Putih Bengkalis petugas penjualan tiket menyodorkan kwitansi kertas biasa yang tidak mencantumkan nomor antrean dan juga jadwal penyebarangan.
“Sekarang tiketnya manual dan tidak ada nomor antrean penyeberanganya dan jam berapa. Tentu ini sangat disayangkan, karena tak berurutan jadi siapa saja bisa saling mendahului asal kenal petugas di lapangan,” ujar salah seorang penumpang kapal Ro-Ro Air Putih Bengkalis Anto, Kamis (2/5).
Ia menyebutkan, e-ticketing ini sebenarnya membuat antrean di Ro-Ro menjadi teratur. Tapi kalau manual ini susah mengontrolnya, apalagi kondisi penyeberangan ini ada kendala di dermaganya.
Anto menilai, penggelola pelabuhan Ro-Ro seharusnya mengantisipasi kondisi mesin e-ticketing dan harus segera diperbaiki. Apalagi dulu Bupati Bengkalis menyebutkan penerapan e-ticketing ini untuk mengantisipasi para penumpang Ro-Ro saling menyerobot antrean.
Terhadap persoalan itu, Kepala UPT Ro-Ro Dishub Bengkalis Rasmiati yang dikonfirmasi menyebutkan, memang sudah beberapa bulan ini mesin e-ticketing mengalami kerusakan. Di mana awalnya mesin itu ditabrak oleh pengguna jasa angkutan Ro-Ro di Dermaga Roro Air Putih.
“Jadi sekarang penjualannya dilakukan secara manual. Karena mesinnya rusak dan belum ada perbaikan,” ujarnya.
Ketika ditanya tentang pelayanan e-ticketing di Dermaga Ro-Ro Sungai Selari Pakning juga tidak berfungsi? Rasmiati menjawab, memang mengalami kendala rusak semuanya. Namun perbaikannya sudah diajukan ke Dinas Perhubungan Bengkalis.
“Karena di UPT Ro-Ro tidak ada anggaran rutin perbaikan, maka diajukan dulu ke dinas. Karena untuk perbaikan mesin ini memerlukan waktu lama dan dana,” ujarnya.
Namun, katanya lagi, meski mesinnya rusak namun pelayanan penjualan tiket berjalan dengan baik dan petugas di lapangan juga tidak ada kendala dalam penjualan tiket.(gem)
Laporan ABU KASIM, Bengkalis
Balita 4,5 tahun diduga hanyut di Sungai Kuantan belum ditemukan. Basarnas turunkan alat pendeteksi, pencarian…
ASN Pekanbaru diwajibkan punya komposter di rumah. Kebijakan ini jadi langkah awal Pemko mengurangi sampah…
Kabel semrawut di Pekanbaru jadi sorotan. Banyak provider belum berizin, Pemko siapkan aturan tegas demi…
Bupati Siak pastikan PPPK tidak dirumahkan meski anggaran tertekan. Pemkab fokus efisiensi dan dorong ekonomi…
Pacu sampan Kampar 2026 diikuti 25 tim. Selain melestarikan budaya, ajang ini juga menjadi daya…
Belasan pasien gagal berobat di RSUD Bengkalis karena poli tutup saat libur nasional, meski aplikasi…