Categories: Riau

Dugaan Penghinaan Gubri Tengah Ditelaah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kepolisian Daerah (Polda) Riau masih menyelidiki dugaan penghinaan terhadap Gubernur Riau Syamsuar. Saat ini, laporan tersebut tengah ditelaah untuk mencari peristiwa pidananya.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto kepada Riau Pos, Jumat (28/6) kemarin. Diakui dia, pihaknya menerima laporan itu melalui Biro Hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau beberapa hari yang lalu.

“Kasus dugaan penghinaan itu dilaporkan, Rabu (26/6). Laporan itu juga sudah kita terima,” terang Sunarto.

Atas laporan itu, sambung perwira berpangkat tiga bunga melati, penyelidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) telah menindaklanjutinya dugaan penghinaan yang dilakukan kelompok suporter PSPS. Di mana saat ini, pihaknya tengah menelaah laporan tersebut guna memastikan terdapat unsur pidana.

‘’Laporannya tengah dipelajari penyelidik. Selanjutnya, masih tahap-tahapan yang akan dilalui. Bila ada perkembangan, kita sampaikan,” jelas mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Untuk diketahui, penghinaan terhadap mantan Bupati Siak dua periode itu, terjadi saat kericuhan di sela-sela pertandingan melawan PSMS Medan, Sabtu (22/6). Dalam pertandingan yang digelar di Stadiaon Kharuddin Nasution, ratusan suporter Curva Nord mengeluarkan perkataan yang tidak sepantasnya berupa yel yel dan nyanyian, yang ditujukan kepada Syamsuar.

Yel-yel tersebut kemudian terekam dalam dokumentasi video, dan tersebar luas di tengah-tengah masyarakat. Pada video itu, ratusan anggota suporter berjulukan Semut Hitam berkumpul di lapangan mengarah ke tribun VIP. Dikomandani seseorang, mereka mengeluarkan yel-yel dan nyanyian, yang menyamakan orang nomor satu di Bumi Melayu dengan seekor hewan.

Merasa tak terima, Syamsuar melalui Biro Hukum Pemprov Riau melaporkan peristiwa ke kepolisian. Laporan itu berdasarkan Pasal 315 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHPidana) tentang penghinaan ringan. Dimana objek pidananya ucapan penghinaan yang dilakukan kelompok suporter PSPS Riau yang bernama Curva Nord.

Sedangkan pihak yang dilaporkan yakni, Dolly Sandafic selaku koordinator lapangan (korlap) suporter berjulukan Semut Hitam. Selain itu, disampaikan Kepala Sub Litigasi Biro Hukum, yang bersangkutan sebagai provokator mengucapkan perkataan hinaaan terhadap Gubri, sehingga kata tersebut diikuti oleh para suporter lainnya.(rir)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

44 Ribu Hektare Sawit PalmCo di Riau Dikelola dengan Skema Organik

PTPN IV PalmCo targetkan 44.000 hektare kebun sawit di Riau kelola pupuk organik dan perkuat…

5 jam ago

Setahun Agung–Markarius, Pekanbaru Berbenah Total dan Lebih Terarah

Setahun Agung–Markarius memimpin, Pekanbaru benahi infrastruktur, lingkungan, pendidikan hingga lunasi utang Rp470 miliar.

7 jam ago

Pemprov Riau Buka Posko THR, Perusahaan Wajib Bayar Paling Lambat 8 Maret

Pemprov Riau buka posko pengaduan THR. Perusahaan wajib bayar paling lambat 8 Maret 2026.

8 jam ago

Hukum Suntik Vaksin Meningitis saat Puasa Ramadan, Apakah Membatalkan?

memohon penjelasan: apakah diperbolehkan menjalani suntik vaksin meningitis pada siang hari dalam keadaan berpuasa?

8 jam ago

Penangkaran Walet Dikeluhkan, Lurah Siak Siap Koordinasi dengan Satpol PP

Warga Kampung Dalam Siak keluhkan suara bising penangkaran walet. Lurah telusuri izin dan siap gandeng…

8 jam ago

Puncak Arus Balik, Antrean Kendaraan Mengular di Dermaga Bengkalis

Arus balik Imlek 2577 di Pelabuhan Ro-Ro Bengkalis padat. Dishub siagakan empat kapal dan satu…

9 jam ago