sosialisasi-pembuatan-jamu-fermentasi
KAMPAR (RIAPOS.CO) – Tim Abdimas (Pengabdian Kepada Masyarakat) Kemitraan Universitas Riau (Unri) bersama Tim KKN Integrasi Koto Mesjid 2022 melakukan kegiatan sosialisasi tentang pembuatan jamu fermentasi kepada masyarakat Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, di Angkasa Fishery, Sabtu (23/7).
Kegiatan sosialisasi para Perwakilan Perangkat Desa, Kelompok Perikanan Angkasa Fishery, Kepala UPT Puskesmas Pulau Gadang dan Staff serta masyarakat desa. Tim Abdimas ini yang diketuai Dr Ir Henni Syawal MSi dan beranggotakan Ir Nuraini MS dan Prof Dr Ir H Irwan Efendi MSc. Desa Koto Mesjid menjadi pilihan dalam kegiatan tersebut dikarenakan Desa ini terkenal dengan slogannya yaitu “Tiada Rumah Tanpa Kolam".
Ketua Tim Abdimas Dr Ir Henni Syawal MSi menyebutkan, program utama Tim Abdimas Unri adalah pengaplikasian pakan yang telah diberikan jamu kepada ikan patin dari ukuran benih. Adapun manfaat dari jamu tersebut adalah untuk mempercepat pertumbuhan, menambah nafsu makan dan juga meningkatkan imunitas ikan. Selain itu, program ini juga dapat menghemat budget dalam proses pemeliharaan ikan. Kemudian program ini diharapkan dapat membantu para petani ikan dalam proses pemeliharaan ikan terutama para petani ikan di Desa Koto Mesjid.
Sosialisasi terbagi beberapa materi. Yakni Manajemen Usaha Perikanan yang disampaikan langsung Prof Dr Ir H Irwan Efendi MSc. Faktor dari penentu suksesnya usaha yaitu adanya sumber daya manusia unggul yang memiliki tekad, menguasai teknik usaha dengan baik serta memiliki jaringan yang baik. Materi selanjutnya disampaikan Rona Lestari SPi sebagai perwakilan Ir Nuraini MSi dengan judul, Teknik Pembenihan Ikan Air Tawar. Adapun salah satu teknik yang disampaikan adalah mengenai teknik pembenihan ikan patin seperti melakukan pemilihan terhadap calon induk yang sudah siap pijah, melakukan persiapan hormon untuk perangsang dari ikan donor. Selain itu, melakukan kawin suntik, pengurutan, penetasan telur, perawatan larva, pendederan dan pemanenan.
Materi terakhir adalah mengenai Kesehatan Ikan Budidaya yang disampaikan Dr Ir Henni Syawal MSi. Ia menyampaikan ciri-ciri ikan sakit. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut yaitu pergerakannya lambat, nafsu makan menurun, warna tubuhnya pucat dan gelap, feses berlendir, memiliki bintik putih dipermukaan tubuh, terjadinya pendarahan di pangkal sirip dan mata menonjol.
Ia juga menyampaikan cara mencegah penyakit pada ikan yaitu mencampurkan pakan ikan dengan jamu fermentasi. "Pakan yang diberikan jamu adalah jenis pakan buatan. Jamu fermentasi yang dicampurkan kedalam pakan tersebut terdiri dari kencur, temulawak dan kunyit. Adapun bahan herbal yang terdapat dalam jamu mengandung bahan antimikrobial dan antioksidan yang dapat mencegah timbulnya penyakit dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh dalam ikan,"ulas Henni.
Kegiatan sosialisasi ini dilanjutkan dengan praktik pembuatan jamu fermentasi yang diikuti ibu-ibu PKK dan perangkat desa.(mar/c)
Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…
Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…
DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…
Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…
Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…