Categories: Ekonomi Bisnis

Defisit APBN Bisa Nol, Menkeu Ingatkan Dampak ke Ekonomi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejatinya bisa disusun tanpa defisit atau nol defisit, namun langkah tersebut mengandung risiko besar terhadap perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1). Menurutnya, kebijakan APBN tanpa defisit dapat ditempuh dengan memangkas anggaran, tetapi berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.

“Kalau saya buat nol defisit juga bisa, tapi anggarannya dipotong dan ekonominya bisa morat-marit,” ujar Purbaya.

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan laporan realisasi APBN 2025, di mana defisit tercatat mencapai 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dari target awal sebesar 2,53 persen.

Purbaya menjelaskan, pelebaran defisit tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global yang masih tinggi. Menurutnya, kebijakan ini mencerminkan penerapan strategi fiskal counter-cyclical.

“Inilah kebijakan riil counter-cyclical yang sering saya sampaikan. APBN tetap berekspansi agar ekonomi tetap terjaga,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa defisit tetap dijaga agar tidak melampaui ambang batas 3 persen. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian fiskal.

“Ini adalah upaya memastikan ekonomi terus tumbuh tanpa mengabaikan kehati-hatian fiskal. Walaupun menekan, defisit tetap kami jaga di bawah 3 persen,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan APBN Indonesia dapat disusun tanpa defisit pada 2027 atau 2028. Target tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran secara berkelanjutan.

Dalam pidato Nota Keuangan pada Sidang Tahunan MPR bersama DPR dan DPD RI, Prabowo menegaskan tekad pemerintahannya untuk menekan defisit sekecil mungkin melalui efisiensi belanja negara.

“Harapan dan cita-cita saya, suatu saat pada 2027 atau 2028, saya bisa menyampaikan bahwa APBN kita tidak lagi defisit,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya menghilangkan kebocoran anggaran dan meminta dukungan seluruh kekuatan politik nasional untuk mewujudkan tata kelola keuangan negara yang lebih baik.

“Negara kita besar dan makmur. Jika dikelola dengan baik, manfaatnya akan dirasakan seluruh rakyat,” pungkasnya.(JPG)

Redaksi

Recent Posts

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

9 jam ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

2 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

2 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

3 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

3 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

3 hari ago