Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jalan Tuanku Tambusai menunjukkan kualitas Sedang, Rabu (25/9/2019). Hujan yang turun menyebabkan asap tebal yang menyelimuti kota menjadi tipis. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hujan deras di sejumlah daerah di Riau beberapa hari terakhir membuat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghilang. Kualitas udara pun mulai membaik menuju level sehat seperti Pekanbaru, Dumai, Pelalawan dan daerah lainnya.
Kendati begitu, Pemerintah Provinsi Riau masih mempertimbangkan pencabutan status darurat pencemaran udara. Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar mengaku belum dapat memastikan status darurat pencemaran udara yang telah ditetapkan. Menurut Gubri, dia masih menunggu laporan hasil rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) membahas perihal tersebut.
"Ini cuaca sudah bagus. Bisa saja dicabut (status darurat pencemaran udara, red)," ungkap Syamsuar, Rabu (25/9).
Rencana pencabutan status itu, lanjut Syamsuar, berkaitan dengan dunia pendidikan. Sebab, aktivitas proses belajar-mengajar mulai tingkatan SD, SMP, dan SMA sudah lama diliburkan ketika bencana kabut asap melanda Bumi Melayu.
Status darurat pencemaran udara ditetapkan Senin (23/9) dan berlaku hingga, Senin (30/9) mendatang.(sol)
>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Editor : Rinaldi
Lima rumah Aspol Pekanbaru yang terbakar segera dibangun kembali lewat gotong royong lintas instansi, ditargetkan…
Polisi Kampar tangkap tiga pelaku, termasuk pasutri, dan sita senpi rakitan, amunisi, serta lebih dari…
Pemko Pekanbaru luncurkan layanan antar jemput pasien gratis pakai mobil dinas Wali Kota mulai 1…
Pemprov Riau siap membantu tiga daerah yang kesulitan membayar gaji dan THR ASN dengan tambahan…
Sampah menumpuk berhari-hari di Kuansing dan tak terangkut. Bupati siapkan sistem baru, sementara DLH akui…
Pemkab Inhil memastikan TPP dan THR ASN telah dibayar penuh sebelum Lebaran, tanpa tunggakan, untuk…