Categories: Riau

Mangrove Berpotensi Sejahterakan Masyarakat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ekosistem mangrove yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merupakan aset penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Memiliki luas sekitar 127 ribu hektare (Ha), Kabupaten Inhil menjadi pemilik ekosistem mangrove terluas di Riau.

Hutan mangrove Inhil tumbuh di setiap pulau-pulau di kawasan pesisir yang di huni manusia ataupun yang tidak di huni. Ekosistem mangrove sangat berkaitan erat dengan masyarakat di Inhil, terutama sebagai sumber pendapatan ekonomi bagi nelayan dengan berbagai macam hasil tangkapan aneka ikan, aneka udang, kepiting bakau, sebagai petani kelapa, sebagai pencari pucuk nipah dan pembuat arang bakau.

Direktur Yayasan Mitra Insani (YMI) Herbet mengatakan, dengan adanya potensi sumber ekonomi yang bergantung erat dengan ekosistem mangrove, dalam proses nya akan menimbulkan ancaman yang serius terhadap ekosistem mangrove akan rusak.

"Penangkapan ikan dan udang dengan meracun akan mengakibatkan ekosistem di dalam mangrove akan rusak dan menurunya hasil tangkapan. Selain itu juga penebangan bakau sebagai tiang cerucuk untuk kebutuhan bangunan," katanya.

Dengan begitu banyak potensi di kawasan ekosistem mangrove, hal tersebut tentunya menjadi acaman akan rusak dan hancurnya ekosistem mangrove jika tidak sama di jaga dan di Kelola dengan baik.

"Merespon itu, kami dari YMI dan Yayasan Pesisir Lestari (YPL) bersama masyarakat yang berada di dalam kawasan ekosistem mangrove berupaya melakukan penyelamatan mangrove yang berkelanjutan dengan pengelolaan berbasis masyarakat, kegiatan ini sudah di lakukan sejak Agustus  2021," ujarnya.

Terdapat enam desa yang menjadi fokus program penyelamatan ekosistem mangrove, antara lain desa yang berada di dua kecamatan di Inhil yaitu kecamatan Kuala Indragiri adalah Desa Sapat, Desa Perigi Raja, Desa Sungai Piyai, Desa Tanjung Melayu dan di kecamtan Mandah ada Desa Igal dan Desa Pulau Cawan.

"Dari potensi luasan yang ada, juga terkandung potensi hutan bakau bagi masyarakat baik dari sisi hasil perikanan, hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu (HHBK) maupun hasil dari pemanfaatan jas lingkungannya. Sebagaimana diketahui pemanfaatn terbesar dari keberadaan ekosistem ini adalah dari sektor perikanan dan hasil hutan kayu," sebutnya.

Selain pemanfaatan langsung, kehadiran ekosistem ini juga memberikan dampak baik bagi perlindungan wilayah pesisir dari gelombang, intrusi air asin, dan abrasi sebagai benteng alam terdepan bagi kebun-kebun khususnya perkebunan kelapa masyarakat.

"Peran aktif masyarakat yang juga diharapkan menjadi kunci ditingkat tapak dalam pengelolaan ekosistem mangrove ini, dimana desa sebagai unit terkecil dalam tata pemerintahan yang memiliki kewenangan untuk merencanakan pembangunan dan pengelolaan wilayahnya berdasarkan karakter geografis masing-masing desa dan potensi yang ada," katanya.

Salah satu potensi yang sudah dimanfaatkan yakni potensi ketam di Kecamatan Kuala Indragiri.

Ketam atau kepiting bakau adalah hewan yang hidup di wilayah pasang surut, yang mana  memiliki nilai ekonomi cukup tinggi sebagai hasil tangkapan nelayan.

"Di Inhil, khususnya di kecamatan Kuala Indragiri terdapat desa-desa yang menghasilkan ketam sebagai hasil tangkapan utama para nelayan. Nilai ekonomi yang beredar pada sektor ketam ini sudah ratusan juta rupiah," paparnya.(gem)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Tak Sekadar Touring, Capella Honda Hadirkan Premium Movie Ride untuk Bikers PCX

Capella Honda Riau menggelar Premium Movie Ride bersama komunitas PCX Pekanbaru dengan kegiatan rolling city,…

19 jam ago

Intip Dapur MBG di Tenayan Raya, Relawan Masak Sejak Subuh untuk Ribuan Porsi

Aktivitas dapur MBG di SPPG Bencahlesung Tenayan Raya sudah dimulai pukul 02.00 WIB. Puluhan relawan…

19 jam ago

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Siak-RAPP Garap 40 Hektare Jagung

Polres Siak bersama RAPP menanam jagung pipil di lahan 40 hektare di Kampung Lubuk Jering…

20 jam ago

Kunjungi Riau Pos, Aulia Hospital Bahas Peluang Kolaborasi Informasi Kesehatan

Manajemen Aulia Hospital melakukan kunjungan silaturahmi ke Riau Pos di Pekanbaru untuk mempererat kemitraan dan…

20 jam ago

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

2 hari ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

2 hari ago