Categories: Riau

Lagi-lagi hanya Runner-Up

SUZHOU  (RIAUPOS.CO) – Indonesia tinggal selangkah lagi merebut gelar juara Badminton Asia Junior Championships, atau Kejuaraan Asia Beregu Campuran Junior 2019. Dalam final melawan Thailand kemarin, Leo Rolly Carnando dkk sudah leading 2-0. Hanya perlu satu kemenangan lagi untuk menyegel gelar juara untuk kali pertama.

Namun, keunggulan itu ditipiskan menjadi 2-1. Lalu disamakan jadi 2-2. Dan akhirnya disalip jadi 2-3 pada partai terakhir. Dalam event yang digelar di Suzhou, Cina, itu tim Merah Putih muda harus rela kembali menjadi runner-up. Mengulang capaian dua tahun lalu, di edisi 2017.

Indonesia membuka keunggulan lewat ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Mereka tampil superior. Mengalahkan wakil Thailand Thanawin Madee/Ratchapol Makkasasithorn dengan skor telak 21-11, 21-14 dalam 26 menit. Lalu disusul Putri Kusuma Wardani yang mengalahkan Phittayaporn Chaiwan dalam rubber game.

Sayang, itulah kemenangan terakhir Indonesia. Tiga partai selanjutnya, tunggal putra, ganda putri, dan ganda campuran gagal. Padahal, di nomor terakhir itu, Merah Putih diwakili oleh juara dunia junior Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. Mereka tunduk dalam straight game yang berakhir 12-21, 16-21 kontra Kunvalut Vitidsarn/Phittayaporn Chaiwan.

Karena bermain dalam kondisi skor imbang 2-2, mereka terbebani. Leo/Indah gagal keluar dari tekanan. Alhasil, mereka tunduk dalam waktu 40 menit. ’’Mereka (lawan, red) sebenarnya nggak terlalu sulit (dikalahkan). Cuma kami yang banyak mati sendiri,’’ jelas Leo dalam pernyataan pers yang dikirim oleh PP PBSI.

’’Mereka lebih sering menutupi kekurangan di lapangan. Mainnya sebenarnya nggak ngatur bola, bukan pola ganda campuran banget,’’ tambah Indah.  

Dengan hasil ini, sejak diadakan event beregu campuran mulai diadakan pada 2006, Indonesia belum pernah sekalipun memetik gelar. Dua kali runner-up jadi capaian terbaik Merah Putih muda. Berkebalikan dengan Thailand, yang baru sekali melangkah ke final. Dan langsung juara. Hal ini tentunya harus menjadi bahan evaluasi PP PBSI. Karena mereka adalah wakil-wakil Indonesia di masa depan.

Jika ditelisik satu per satu penyebabnya, tiga nomor yang lepas terjadi karena faktor mentalitas. Rasa tegang tampil di final tidak bisa dihindari. Ini diakui tim ganda putri. Nita Violina Marwah/Putri Syaikah dikalahkan oleh Benyapa Aimsaard/Peeraya Khantaruangsakul 21-16, 16-21, 8-21. (feb/na/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

9 jam ago

Pemkab Kepulauan Meranti Lelang Aset Daerah Senilai Rp1,91 Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…

9 jam ago

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

1 hari ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

1 hari ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

2 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

3 hari ago