Categories: Riau

Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait langkah penanganan apabila nantinya ditemukan suspek hantavirus di daerah.

Menurutnya, sampai sekarang belum ada laporan kasus hantavirus di Riau. Karena virus tersebut termasuk penyakit menular, maka diperlukan petunjuk teknis dan surat edaran dari Kementerian Kesehatan terkait langkah preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Zulkifli mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah awal pencegahan penyebaran virus. Pasalnya, penularan hantavirus diketahui berasal dari tikus.

Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya. Selain itu, makanan juga dianjurkan disimpan di tempat tertutup guna mengurangi risiko penularan.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, hingga sesak napas.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI memastikan hingga kini belum ditemukan kasus hanta pulmonary syndrome (HPS) di Indonesia seperti kasus yang sempat ditemukan di Kapal Pesiar MV Hondius.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr Andi Saguni menjelaskan, kasus hantavirus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” ujar dr Andi.

Berdasarkan data Kemenkes, selama periode 2024 hingga 2026 terdapat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS di sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kemenkes mencatat, jumlah kasus terbanyak terjadi pada 2025 dengan 17 kasus terkonfirmasi. Sementara pada 2024 ditemukan satu kasus, dan pada 2026 hingga Mei tercatat lima kasus.

Redaksi

Recent Posts

Siap Rebut Trofi Kemenangan, SMA Kalam Kudus Pekanbaru Sambut Roadshow Honda DBL 2026

Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…

13 jam ago

Jembatan Sarang Elang Kecil di Batang Peranap Roboh, Dinas PUPRPKP Inhu Cari Solusi Penanganan

Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…

13 jam ago

Pameran Budaya Internasional 2026 UIN Suska Riau Suguhkan Roti Canai Hingga Teh Tarik Khas Malaysia

Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…

13 jam ago

Pelebaran Jalan HR Soebrantas Ditargetkan Selesai Desember 2026, Sisi Depan Unri Jadi 16 Meter

Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…

13 jam ago

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

1 hari ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

1 hari ago