Categories: Riau

2020, Penyaluran Bansos Nontunai

(RIAUPOS.CO) — Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial serta untuk mendorong keuangan inklusif, Presiden Republik Indonesia telah memberikan arahan agar bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara nontunai, melalui perbankan dalam 1 kartu dan 1 rekening. Perubahan penyaluran Bansos dari tunai menjadi nontunai adalah pelaksanaan dari Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).

Hal ini disampaikan Bupati Bengkalis diwakili Asisten Perekenomian dan Pembangunan H Heri Indra Putra pada acara Sosialisasi Bansos Pangan Non-Tunai di Wilayah Perluasan Tahap II didampingi pejabat perwakilan Analisis Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau Irwan Anas, Wakasatgas Bansos Imam Saputra, BPNT Bank BNI 46 Dumai Nahyu Buswita, dan Kepala Dinas Sosial Martini. Acara bertempat di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut, Selasa (23/7).

Lebih lanjut Heri mengungkapkan, Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) merupakan pengganti bantuan pangan Rastra. Dalam bantuan ini keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan uang sebesar Rp110.000/bulan yang disalurkan melalui rekening perbankan yang diperuntukkan untuk membeli bahan pangan seperti beras dan telur.

“BPNT merupakan inovasi baru pemerintah dalam menyalurkan bantuan untuk masyarakat miskin. Masyarakat tidak lagi menerima uang langsung, namun ditransfer masuk ke rekening kemudian tinggal belanja di e-warong/agen 46. Dan apabila bantuan tidak dibelanjakan atau tersisa pada pencairan sebelumnya, maka nilai tetap tersimpan dan terakumulasi dalam rekening bantuan pangan,” jelas Heri.

Pemberian BPNT bertujuan untuk mengurangi beban ekonomi para keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Bengkalis, guna mendorong pencapaian pembangunan yang berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Heri menegaskan, untuk menyukseskan program BPNT kepada semua pihak untuk dapat bekerja secara optimal. Sehingga tujuan dari program ini dapat tercapai. Dengan kata lain akan terciptanya program yang tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat administrasi dan transparan.

Sementara itu pejabat perwakilan Analisis Sistem Pembayaran BI Provinsi Riau Irwan Anas mengatakan, perluasan akses keuangan melalui bantuan sosial secara nontunai dianggap sebagai langkah berdampak besar mengingat jumlah penerima program bantuan.(adv) sosial dan subsidi di Prov Riau meningkat secara signifikan di 2019.

“Kami atas nama Bank Indonesia mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap penyaluran bantuan sosial secara nontunai sebagai strategi perluasan akses keuangan masyarakat bisa bermanfaat,” pungkas Anas.(zed)

Laporan Erwan Sani, Bengkalis

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

HUT ke-242 Pekanbaru, Wako Agung Luncurkan Logo dan Uji Coba Bus Listrik

Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…

5 jam ago

68 Petugas Sensus Ekonomi Siak Resmi Dikukuhkan, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Kejujuran

Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…

5 jam ago

Karhutla Kembali Mengganas di Rupat, Dua Helikopter Water Bombing Diterjunkan

Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…

5 jam ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

21 jam ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

1 hari ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

1 hari ago