Categories: Riau

Lalai dan Tender Sepi Peminat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pekanbaru jadi satu dari tiga kabupaten dan kota di Riau yang menyisakan DAK karena tak terserap. Kondisi ini terjadi mulai akibat dari kelalaian hingga tender yang sepi peminat. Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru HM Noer MBS menjelaskan, dari Rp15 miliar dana yang tidak ada daftar kontraknya, hanya Rp9,1 miliar di antaranya yang masuk kategori betul-betul gagal terealisasi.

"Ada dua macam kelompoknya. Satu yang betul-betul terlambat atau tidak diambil. Satu lagi sisa dari anggaran yang sudah lelang. Dari Rp15 miliar itu, Rp9,1 miliar yang betul-betul tidak terealisasi. Sisanya Rp5,9 miliar adalah sisa dari anggaran yang sudah dilelang," jelas dia.

Kegagalan-kegagalan dalam pelelangan dia mencontohkan ada beberapa. Di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), kegiatan untuk pengelolaan sampah tidak terealisasi karena lahan yang dibutuhkan gagal didapat.

"Pertama lokasinya tanah itu mereka difokuskan di tempat A, ternyata A itu tidak ada. Contohnya di Kecamatan Tenayan itu tidak ada tanah, kami giring ke wilayah yang ada tanahnya tapi tidak dapat," paparnya.

Selanjutnya, ada pula lelang yang dilakukan tidak tuntas karena saat lelang berjalan waktu tenggat 22 Juli sudah berlalu. "Juga proses lelang tapi dalam perjalanan proses itu tidak tuntas.  Sehingga itu juga jadi gagal," imbuhnya.

Kegagalan lain lagi adalah lelang yang sepi peminat. Ini terjadi untuk pengadaan mobil bagi metrologi di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP).

"Kelemahannya itu dalam bunyi kontraknya  mobil dan alat, sehingga tidak ada orang berani menawar. Mungkin kemarin lupa menyiasati, harusnya dipisahkan pengadaan mobil dan alatnya. Karena ini satu paket, dua-duanya gagal," ungkapnya.

Dari proses yang berjalan, disebut M Noer memang OPD dan ULP sama-sama harus bertanggung jawab atas kegagalan yang terjadi. "Di sini jadi evaluasi kami, ada unsur kelalaian dari OPD dan ada juga unsur ULP," sebut dia.

ULP kata M Noer, memang secara jadwal tidak menyalahi. Namun tidak peka dengan tak menyiapkan sejak awal. Sementara OPD, dia mencontohkan ada yang terlambat mengajukan hingga membuat waktu jadi tidak maksimal.

"Itu persoalannya,karena yang diajukan lambat. Sementara LPSE berpegang pada aturan. Sedang masa sanggah, waktu habis. Padahal Januari ktia ingatkan, Februari, Maret, bahkan April kita evaluasi," katanya menyayangkan.

Penyebab kegagalan DAK diserap hingga miliaran ini tegas M Noer, akan jadi catatan. Pimpinan punya kewenangan bagaimana apakah ditegur atau seperti apa.

"Jangan sampai kita mencari (anggaran, red) ke mana-mana, tapi yang dicari lepas. Sementara kita kekurangan," ujarnya.(egp/ali)

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Laporan Tim Riaupos.co
Editor Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

11 jam ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

11 jam ago

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…

12 jam ago

Polisi Bongkar Dugaan TPPO di Bengkalis, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…

12 jam ago

Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…

13 jam ago

Wali Kota Turun Langsung, New Paragon KTV Disegel Usai Video Viral

Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…

1 hari ago