FOTO BERSAMA: Camat Gunung Toar Deflides Gusni (tiga dari kanan) foto bersama pengurus LPTQ, pemuka masyarakat dan wakil perusahaan usai penandatanganan kesepakatan pembangunan kebun sawit 2 hektare, Senin (17/6/2019).
(RIAUPOS.CO) — Camat Gunung Toar Deflides Gusni SP MSi terus mendorong masyarakat melaksanakan program-program yang bernilai sosial dan ekonomis. Seperti yang telah dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Gunung Toar (Guntor). Mereka melaksanakan Program Aksi Gunung Toar Bisa. Deflides pun mengapresiasi program tersebut.
Tindaklanjut dari program ini yakni bakal dibangun kebun kelapa sawit seluas 2 hektare bekerja sama dengan PT Udaya Lohjinawi. Kebun itu lokasinya di belakang SMAN 1 Gunung Toar. Hal ini diawali dengan dilakukannya penandatanganan kesepakatan pembangunan kebun LPTQ Kecamatan Gunung Toar. Penandatanganan dilakukan Ketua LPTQ Nurman Antonu dengan Plantation Manager PT Udaya Lohjinawai Rajin Sembiring di Gunung Toar, Senin (17/6).
Penandatanganan kesepakatan disaksikan camat dan pemangku adat. “Ini bagus. Tentu kalau sudah terlaksana, yang diuntungkan adalah masyarakat. Kecamatan Gunung Toar tidak perlu susah-susah lagi mencari dana untuk pengembangan LPTQ,†ujar Camat pada Riau Pos di Telukkuantan, kemarin.
Sementara Plantation Manager PT Udaya Lohjinawi, Rajin Sembiring mengakui bersedia membangun kebun sawit seluas 2 hektare untuk LPTQ Gunung Toar. “Dari awal. Mulai membersihkan lahan sampai panen kita yang melakukan,†katanya.(adv)
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.