Categories: Riau

BBKSDA Ungkap Ini Penyebab Harimau di Bengkalis Mati

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Titik terang penyebab kematian harimau betina yang ditemukan di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Bangkalis pada Ahad (17/10/2021) terungkap. Dari hasil neukropsi, penyebab kematiannya karena dehidrasi setelah berhari-hari terjerat kaki kiri bagian depannya. 

Dokter Hewan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau drh Danang mengungkapkan, harimau tersebut telah terjerat selama lima hari. Saat tertambat di jerat babi jenis seling baja tersebut, harimau tidak langsung mati. 

Namun setelah sekitar lima hari tidak mendapat asupan apapun membuat satwa terancam punah ini tidak mampu bertahan hidup. ''Tidak mendapat makanan dan menderita dehidrasi berat,'' sebut Danang. 

Kerusakan pada kaki akibat jeratan kabel baja juga diduga mempengaruhi kesehatan harimau selama terjerat. ''Untuk pemeriksaan fisik, ditemukan luka berat pada kaki depan sebelah kiri. Lukanya sudah sangat dalam, sudah terlihat tulangnya,'' lanjut Danang. 

Danang memperkirakan harimau itu mati kurang dari 48 jam. Umurnya saat kematian diperkiraan sekitar 4-5 tahun dan diprediksi belum pernah melahirkan. Harimau itu sendiri memiliki tapak depan selebar 12 Cm dan tapak belakang 10 Cm. Sementara panjang badannya mencaai 1,9 meter dari ujung kepala hingga ekor. Tingginya sudah mencapai 90 Cm. 

Diberitakan sebelumnya, seorang pekebun menemukan harimau di Desa Tanjung Leban. Lokasi penemuan berjarak sekitar 21,85 km dari kawasan Suaka Margasatwa Bukit Batu. Harimau terjerat pada sebuah jerat yang dimaksudkan untuk menjerat babi hutan. 

Saat ditemukan harimau betina itu sudah dalam keadaan mati dengan kaki kiri bagian depan terjerat seling berbahan baja. Untuk mengidentifikasi lebih lanjut harimau tersebut, BBKSDA langsung melakukan evakuasi ke Pekanbaru. Bangkai harimau itu tiba di Pekanbaru pada petang hari. (end)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Resahkan Warga, Dua Warung Remang-remang di Kuantan Mudik Ditertibkan Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…

2 jam ago

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavator Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

9 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

9 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

1 hari ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

1 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago