Categories: Riau

Enam PKS Belum Serahkan Peta Spasial

(RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan menyatakan saat ini 6 dari 46 jumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Rohul, belum menyerahkan peta spasial lengkap yang berisikan lokasi perusahaan yang telah memiliki koordinat, grafis dan peta yang telah diolah melalui aplikasi GIS.

Kendati pemerintah daerah telah menyurati PKS tersebut, Disnakbun sedang menelusuri dan mendata terhadap penataan pengelolaan usaha perkebunan terhadap 46 PKS yang telah mengantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP) Budidaya, dan IUP Pengolahan yang diterbitkan pemerintah daerah sejak Kabupaten Rohul berdiri 1999.

Diwajibkannya perusahaan perkebunan memiliki peta spasial lengkap terhadap usaha perkebunan, menindaklanjuti salah satu akselerasi pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas-PK) yang berkaitan dengan perizinan dan niaga sebagaimana rencana aksi yang disepakati sejumlah lembaga negara pada 2018 lalu.

 â€˜â€™PKS yang telah diterbitkan IUP Budidaya maupun IUP Pengolahan oleh Pemkab Rohul, dari 46 PKS yang beroperasi, saat ini tinggal 6 PKS yang belum merespon dan menyerahkan peta spasial lengkap ke Disnakbun Rohul,’’ ungkap Plt Kepala Disnakbun Rohul Ir H Sri Hardono MM melalui Sekretarisnya CH Agung NUgroho STP didampingi Kabid Prasarana Sarana Penyuluhan Samsul Kamar SHut, Rabu (17/7).

Menurutnya, 6 PKS yang beroperasi di Kabupaten Rohul yang belum menyerahkan peta spasial di antaranya PT Indomakmur Sawit Berjaya yang bertoperasi di Kecamatan Rambah Hilir. PT Naga Mas Agro Mulia di Desa Tanjung Medan Kecamatan Tambusai Utara.

Kemudian PT Graha Permata Hijau di Kecamatan Bonai Darussalam, PT Perdana Inti Sawit Perkasa Desa Rantau Binuang Sakti Kecamatan Kepenuhan, PT Sontang Sawit Permai, dan PT Lubuk Bendahara Palma Industri. ‘’Kami (Disnakbun Rohul, red) sudah menyurati 6 perusahaan tersebut pada Juni lalu. Hingga saat ini perusahaan itu belum merespon apa yang menjadi rencana aksi KPK melalui Stranas PK terkait penataan perizinan dan tata niaga. Jika September mendatang tidak menyerahkan peta spasial lengkap, maka sanksinya bisa pencabutan izin oleh pemerintah,’’ ujarnya.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

2 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

2 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

2 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

2 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

3 hari ago