Categories: Riau

EMP-Universitas Bakrie Latih Kelompok Sadar Wisata di Dua Kabupaten Ini

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Guna memberdayakan warga tempatan dalam peningkatan SDM dan pengelolaan potensi wisata di daerah, dilakukan pelatihan Kelompok Sadar Wisata di Riau. Pelatihan yang mengambil tema Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pelaku Desa Wisata untuk Membentuk Destination Branding Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Provinsi Riau ditaja oleh Energi Mega Persada (EMP) bersama Universitas Bakrie. Pelatihan kelompok sadar wisata ini digelar di dua lokasi, Kecamatan Langgam, Pelalawan dan Sungai Apit, Siak pada 15-18 November. 

Pelatihan dibuka secara resmi di Kantor Kecamatan Langgam, Senin (15/11). Tim Kedaireka Universitas Bakrie, Insan Harapan Harahap pada saat pembukaan  mengatakan bahwa pelatihan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat serta UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). 

“Kami dari Universitas Bakrie hadir untuk berbagi ilmu dan pengalaman bersama masyarakat dalam rangka peningkatan potensi wisata di Langgam dan Sei Apit. Untuk di Langgam, kami bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Tali Bapilin Tigo” Langgam,” katanya. 

Pemilihan Langgam dan Sei Apit sebagai lokasi pelatihan, sambung Insan Harapan, setelah melalui diskusi dan pemetaan yang cukup dalam karena kedua daerah ini memiliki keunikan wisata masing-masing. Langgam dikenal dengan wisata adatnya, sedangkan Sei Apit sebagai wisata halal. 

“Nantinya destinasi wisata ini akan diselaraskan dengan UMKM setempat sehingga akan menghasilkan dampak atau multiplier effect yang cukup besar terutama sisi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Jika destinasi wisata ini sudah dikelola dengan baik, tentu akan menarik minat investor, misalnya membangun homestay, hotel, dan kegiatan bisnis penunjang lainnya,” katanya. 

Sememtara itu, GPA Manager EMP, Amru Mahalli dalam sambutannya mengatakan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi serta masyarakat merupakan konsep triple bottom-up yang sedang dijalankan oleh EMP di daerah operasional perusahaan. 

Dilanjutkannya, program ini merupakan inisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tingi (Dikti) bekerja sama dengan perguruan tinggi yang disebut dengan “Kedaireka”. Program ini memiliki konsep bahwa ada sesuatu yang lahir dari perguruan tinggi yang bisa diserap oleh masyarakat. Kemudian perguruan tinggi mengajak dunia industri untuk ikut berpartisipasi bersama UMKM yang mereka bina, dan khusus di Kecamatan Langgam Universitas Bakrie mengajak EMP Bentu Ltd yang beroperasi di daerah tersebut. 

Sementara itu, Camat Langgam Saparuddin G SH mengucapkan terima kasih kepada EMP Bentu Ltd dan Universitas Bakrie yang telah memberikan pelatihan kepada masyarakat Langgam untuk peningkatan sadar wisata.

“Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi masyarakat kami, khususnya pengeola wisata di Langgam,” katanya. 

Dari data yang dihimpun, pelatihan sadar wisata di Langgam tersebut diisi dengan beberapa paparan materi dan diskusi, seperti Peningkatan Kualitas UMKM, Pembuatan Konten Web, Bahasa Inggris, Akuntansi, Marketing dan Online Marketing, Strategi Branding, Eko Wisata, dan Fasilitas Umum.

Laporan: Yose Rizal (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

1 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

1 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

1 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

1 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago