Categories: Riau

Fraksi Demokrat Kampar Bantah S Tak Kooperatif

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Ketua Fraksi Demokrat Kampar Ahmad Kosasi menyayangkan penangkapan anggota DPRD Kampar S alias AS, yang kebetulan kader partainya di Jakarta. Dirinya juga membantah keterangan Polres Kampar bahwa S tidak kooperatif. Kosasi menyebutkan, S yang merupakan anggota DPRD Kampar aktif dari Kampar Kiri tidak mengindahkan panggilan polisi.
‘’Kami menyayangkan penangkapan ini dilakukan di saat dia sedang dalam tugas negara, menjalankan mandatnya sebagai anggota DPRD Kampar di Jakarta. Bersama anggota lainnya, kader kami sedang dalam tugas kunjungan ke sejumlah BUMN di Jakarta. Jadwalnya jelas, Selasa-Jumat, dibiayai oleh uang negara. Dia pasti pulang begitu tugasnya selesai. Jadi tidak benar kalau dia menghindari apalagi akan melarikan diri,’’ sebut Ahmad Kosasi.
Terkait tugas sebagai anggota dewan di Jakarta, hal ini juga dibenarkan Sekretaris Dewan (Sekdwan) DPRD Kampar Romlah. Romlah di ruangannya mengkonfirmasi, S memang sedang dalam kunjungan ke sejumlah perusahaan BUMN hingga hari penangkapannya. Kosasi sekali lagi menekankan bahwa anggota fraksinya disebut tidak kooperatif.
‘’Kebetulan memang surat panggilannya bertepatan dengan tugas yang diembankan. Dia dihadiri kuasa hukum ke Polres, dititik itu kami tak sepakat atas penangkapan itu. Mengapa tidak menunggu dia pulang. Kami menghormati kepolisian punya alasan lain atas penangkapan ini, kami menyatakan tidak pas kalau disebut tak kooperatif,’’ sebut Kosasi lagi.
Terkait hal ini, Fraksi Demokrat Kampar menurut Kosasi akan segera datang ke Polres Kampar. Pihaknya juga ingin mengklarifikasi, teruama karena kuasa hukum S, menurut Fraksi Demokrat, telah mengisi kehadiran di Polres pada hari Jumat (12/7) itu.
‘’Jadi tidak perlu rasanya menangkap sampai Jakarta. Namun kami tentu menghormati keputusan polisi. Yang perlu diingat pula bahwa kasus ini dilakukan saat dia belum menjadi anggota DPRD Kampar. Lalu dia pergi ke Jaarta dengan uang negara, sedang menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Kampar yang dibiayai negara,’’ sebut Kosasi.
Ahmad Kosasi juga menyebutkan, bila salah satu kadernya terjerat kasus korupsi, maka akan diserahkan pada mekanisme partai. Partai menurutnya punya aturan jelas dan tegas. Sementara itu, menurutnya, DPC Demokrat Kampar tetap akan memberikan bantuan hukum untuk mendampingi S selama pemeriksaan polisi.
Diberitakan sebelumnya, S ditangkap di Jakarta saat sedang berada di Mal Atrium Jakarta. Polres Kampar dalam keterangannya menyebutkan S tidak kooperatif. Karena yang bersangkutan tidak mengindahkan sejumlah surat pemanggilan dari Polres Kampar sebelum penangkapan. (end)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Cegah DBD dan Malaria, Rutan Rengat Lakukan Fogging Massal

Rutan Rengat lakukan fogging cegah DBD dan malaria. Pengasapan dilakukan menyeluruh demi menciptakan lingkungan sehat…

19 jam ago

Tambang Emas Ilegal Ditertibkan, 5 Rakit PETI Dibakar di Lokasi

Aparat gabungan Polsek dan Koramil musnahkan 5 rakit PETI di Kuantan Hilir. Penertiban dilakukan untuk…

19 jam ago

Tak Hujan Tapi Banjir, Jalan Pelita Pekanbaru Bikin Warga Resah

Jalan Pelita Pekanbaru tergenang meski tak hujan. Drainase tersumbat diduga jadi penyebab, warga minta solusi…

20 jam ago

Laporkan Sampah Menumpuk, Warga Ini Malah Dapat Reward dari Pemko Pekanbaru

Warga Pekanbaru dapat reward usai laporkan sampah menumpuk. Pemko dorong partisipasi publik wujudkan kota bersih…

20 jam ago

Kejar PAD Rp255 Miliar, Pemkab Kuansing Kerahkan PPPK Jadi Juru Pungut Pajak

Pemkab Kuansing sebar PPPK ke desa untuk genjot PAD Rp255 miliar, sekaligus dorong pajak, ekonomi,…

2 hari ago

Tingkatkan Literasi Siswa, Guru di Siak Wajib Kuasai Bahasa Indonesia dengan Baik

Disdik Siak tingkatkan literasi guru lewat PKBI, dorong penguasaan bahasa Indonesia demi meningkatkan kualitas belajar…

2 hari ago