KELUAR: Sejumlah penumpang terlihat sedang keluar dari kapal Roro. Foto diambil baru-baru ini.
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Arus balik Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah sudah mencapai puncaknya. Terhitung dari H+1 hingga H+7 sudah 25.594 orang pemudik meninggalkan Pulau Bengkalis, setelah beraya bersama keluarganya.
Jumlah ini diikuti dengan jumlah kendaraan roda dua dan empat yang keluar dari Pulau Bengkalis melalui Pelabuhan Roro Airputih, Bengkalis menuju Sungai Pakning. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, jumlah kendaraan roda dua yang memakai jasa penyeberangan dari Roro Airputih jumlahnya mencapai 12.626 unit. Sedangkan untuk kendaraan roda empat jumlahnya mencapai 3.083 unit.
“Arus balik sudah usai. Sebab hari ini (kemarin, red) jumlah kendaraan memakai jasa Roro penyeberangan sudah normal kembali seperti biasa, ‘’ jelas Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis Djoko, melalui Kepala UPT Penyeberangan Fauzi SESy, Kamis (13/6).
Pantauan langsung di Pelabuhan Roro Airputih hingga pukul 11. 00 WIB, tak lagi terlihat antrean pajang kendaraan roda dua. Begitu juga kendaraan roda empat tak lagi terlihat menumpuk parkiran di lajur antrean yang disiapkan pihak pelabuhan.
Begitu juga jumlah kapal Roro yang sebelumnya dioperasikan sebanyak lima armada, kemarin terlihat empat armada saja. ‘’Alhamdulillah sudah normal. Jadi tak lagi harus menunggu lama untuk masuk ke kapal Roro,’’ jelas Riki, warga Rumbai, Pekanbaru, yang hari itu sedang menunggu masuk kapal Roro untuk menyeberang ke Pakning.(esi)
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…