Categories: Riau

Ratusan Dapur Beroperasi, Program MBG Jangkau 1,5 Juta Warga Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, sebanyak 1.512.338 warga telah menerima manfaat program tersebut yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru.

Kepala KPPG Pekanbaru, Dr Syartiwidya, menjelaskan bahwa penerima manfaat program ini terdiri dari berbagai kelompok, mulai dari anak sekolah, balita, ibu hamil hingga ibu menyusui.

Untuk mendukung pelaksanaan program, saat ini telah berdiri sebanyak 674 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang tersebar di wilayah Riau.

Ia mengungkapkan, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian daerah melalui perputaran dana yang cukup besar.

Menurutnya, secara estimasi satu dapur melayani sekitar 3.000 penerima manfaat. Dengan jumlah tersebut, setiap dapur berpotensi menerima dana sekitar Rp450 juta dalam dua pekan, yang mencakup biaya bahan makanan, operasional hingga sewa tempat.

Jika diakumulasikan, perputaran dana dari program MBG di Riau diperkirakan mencapai Rp81 miliar setiap dua pekan, menjadikannya sebagai salah satu program dengan dampak ekonomi yang signifikan.

Selain itu, program ini juga mendorong pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Setiap dapur diperbolehkan bekerja sama dengan 10 hingga 15 pemasok bahan pangan dari lingkungan sekitar.

Bahan kebutuhan seperti sayur, ikan, dan komoditas lainnya diprioritaskan berasal dari wilayah setempat agar perputaran ekonomi tetap terjadi di masyarakat lokal.

Syartiwidya menegaskan, pihaknya mendorong penggunaan pemasok yang berada di sekitar dapur guna memperkuat keterlibatan UMKM sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Namun demikian, pelaksanaan program MBG di Riau juga menghadapi sejumlah kendala, terutama di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Meranti. Faktor geografis dan keterbatasan transportasi kerap memengaruhi kelancaran distribusi bahan baku.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BGN telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG di setiap kabupaten dan kota guna memastikan operasional dapur tetap berjalan optimal.

Dari sisi teknis, pelaksanaan program ini diatur secara ketat melalui 40 Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Petunjuk Teknis (Juknis) Nomor 63 Tahun 2025 yang diterbitkan BGN.

Salah satu ketentuannya adalah proses memasak dilakukan dalam rentang waktu 4 hingga 6 jam sebelum makanan dikonsumsi, guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Selain itu, para juru masak diwajibkan memiliki sertifikasi kelayakan serta memahami standar higienitas, mulai dari proses penyortiran, pencucian hingga penyimpanan bahan baku.(sol)

Redaksi

Recent Posts

Mantan Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi PI Rp64,2 Miliar

Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…

16 jam ago

Kebakaran Hebat di Jalan Belimbing Pekanbaru, Lima Kios Ludes Dilalap Api

Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…

17 jam ago

Rapat Banggar Berujung Kericuhan, Bentrokan Pecah di Gedung DPRD Riau

Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…

18 jam ago

Polisi Ungkap Temuan Baru Kematian Dokter PPDS di Siak, Dua Jenis Obat Disita dari TKP

Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…

19 jam ago

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

2 hari ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

2 hari ago