Categories: Riau

Pengusaha Tutup Usaha atau Kurangi Karyawan

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini menyebabkan perekonomian terimbas besar. Terlebih setelah pemerintah melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang. Sebelumnya, PPKM level 4 dilaksanakan hingga 2 Agustus, kemudian diperpanjang hingga 9 Agustus, lalu diperpanjang lagi hingga 23 Agustus mendatang.

Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Pekanbaru Rizky Bagus Oka mengatakan, cara bertahan di tengah pandemi ini bagi pengusaha adalah menutup usaha dan mengurangi jumlah karyawan, baik itu dengan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). "Langkah bertahan yang bisa dilakukan pengusaha adalah tutup usaha dan mengurangi karyawan. Entah itu merumahkan atau  PHK. Gelombang PHK itu sudah terlihat jelas,"ujar Oka, Rabu (11/8).

Ia mengatakan, di awal-awal penerapan PPKM saja, sebenarnya pengusaha itu sudah tidak untung lagi. Keputusan mem-PHK karyawan juga akan berbuntut panjang. Pasalnya, satu karyawan bisa jadi adalah tulang punggung keluarga, dengan memutuskan hubungan kerja, akan berimbas ke anggota keluarganya.

"Efeknya bisa ke lima atau lebih anggota keluarganya. Nah itu yang jadi efek dominonya. Pecat karyawan yang ini, rupanya yang kena satu rumah, pokoknya akan banyak yang kena. Urusannya jadi panjang," jelasnya.

Selain itu, dampak penurunan ekonomi tentu akan dirasakan. Mungkin dampaknya tidak langsung, namun beberapa tahun lagi. Bagaimana susahnya menaikkan ekonomi itu karena selama ini menjaganya agar stabil saja sudah susah, apalagi jika sudah turun maka akan susah menaikkannya.

"Dari kami fokusnya bagaimana pemerintah itu juga membayangkan bagaimana membantu pengusaha agar gelombang PHK ini tak terjadi. Seperti memberikan bantuan atau bagaimana solusi lainlah. Contohnya saja seperti program bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan yang Rp1 juta itu. Nah itukan meringankan. Bantuan-bantuan seperti itu salah satunya yang diharapkan,"sebutnya.

Oka menilai, saat ini pemerintah masih setengah-setengah dalam melaksanakan kebijakan. Kebijakan yang dimaksud di sini adalah kebijakan menurunkan angka Covid-19 serta kebijakan di bidang ekonomi.

"Setengah ke ekonomi dan setengah lagi ke bagaimana masyarakat sehat. Jadi kalau memang pemerintah fokus ke ekonomi, PPKM ini pasti tidak ada dan laksanakan prokes ketat. Tapi kalau memang fokus ke kesehatan, ya ekonomi memang akan anjlok. Nah masalahnya pemerintah setengah-setengah. Kadang ke ekonomi, kadang ke kesehatannya. Nah itu yang membuat akhirnya blunder ke mana-mana," tegasnya.

Diharapkan pemerintah fokus untuk melakukan vaksinasi. Jika vaksinasi sesuai target tentu akan terbentuk herd imunity. "Kita kembali lagi ke ekonomi. Ketika sudah tidak ada regulasi-regulasi berat, pengusaha dan juga masyarakat secara perlahan akan kembali memulihkan ekonominya. Jadi dari kmai memang pemerintah saat ini fokus vaksin sajalah,"ujarnya.(anf)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

6 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

6 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

6 jam ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

6 jam ago

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago