LAMR Berharap Tak Ada Lagi Kegiatan Ilegal
(RIAUPOS.CO) — Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kuansing menyayangkan masih banyaknya kegiatan ilegal di Kuansing. Hal itu disampaikan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR Kuansing Pebri Mahmud saat pemberian gelar adat kepada Bupati dan Wabup Kuansing di aula SMA N Pintar Telukuantan, Rabu (9/10).
Dalam sambutanya, Pebri meminta pihak terkait untuk serius menindak seluruh kegiatan yang melanggar hukum. Sebab, kegiatan-kegiatan ilegal yang terjadi saat ini akan memecahbelah masyarakat di pedesaan.
“Coba kita lihat sekarang ini. Berapa banyak kegiatan ilegal yang ada di depan mata kita. Mulai dari aktivitas PETI, pembabatan hutan hingga masih adanya bisnis prostitusi yang terkesan dibiarkan selama ini,” ujar Pebri disambut tepuk tangan oleh ratusan ninik mamak yang hadir.
Ke depan, lanjut Pebri, LAMR Kuansing akan mencoba menuntaskan tindakan ilegal yang merusak alam akan diselesaikan secara adat. Sebab, dampak dari rusaknya lingkungan itu berpengaruh secara langsung terhadap masyarakat.
“Saat ini masyarakat kita sudah banyak memanfaatkan Sungai Kuantan untuk mencuci dan mandi. Kalau lingkungan Sungai Kuantan tercemar akibat PETI dan pengerukan pasir, terutama di bagian hulu, maka dampak pertama bukan saja terhadap ekosistem sungai, tapi sudah mengancam masyarakat secara langsung,” kata Pebri.
Sebelumnya, Sekda Kuansing Dr H Dianto Mampanini SE MT juga meminta kepada masyarakat untuk menghentikan kegiatan ilegal yang merugikan masyarakat. Maka dari itu, pihaknya juga berharap banyak dengan ninik mamak yang ada di desa untuk memberikan imbauan kepada cucu kemenakan.
“Peran ninik mamak di daerah masing-masing masih kuat. Ninik mamak dan tokoh adatlah yang bisa langsung melakukan pendekatan kepada anak kemanakannya. Semoga dengan pendekatan itu, bisa membantu pihak keamanan dalam memberantas tindakan ilegal,” ujar Sekda.(adv)
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…