Categories: Riau

18 Titik Api Terpantau

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) — Kabut asap tebal dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti kabupaten Pelalawan. Bahkan, kondisi ini juga di perparah dengan kembali ditemukannya sebanyak 33 titik titik panas (hotspot) pada Selasa (10/9) kemarin. Dimana dari puluhan titik panas tersebut, 18 titik diantaranya berada pada level confidencenya diatas 70 persen. Tidak hanya menyebabkan kualitas udara (ISPI,red) memburuk yakni pada angka PM10 dibawah 200 dengan kategori tidak sehat, namun jerebu tebal tersebut juga berdampak menyebabkan semakin terbatasnya jarak pandang yakni 1,5 KM.

"Ya, memang kabut asap tebal masih bertahan menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan khususnya kecamatan Pangkalan Kerinci. Namun demikian, jerebu ini didominasi sumbangan dari Provinsi Jambi, sehingga jarak pandang hanya mencapai 1,5 KM," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Drs Hadi Penandio MSi kepada Riau Pos, Selasa (10/9) siang.  

Diungkapkan mantan Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan ini, bahwa berdasarkan pantauan satelit milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah kabupaten Pelalawan mengalami penurunan cukup signifikan dari hari sebelumnya sebanyak 57 titik panas. Sedangkan pada Selasa (10/9) ada sebanyak 33 titik titik panas (hotspot) yang 18 titik diantaranya berada pada level confidencenya diatas 70 persen atau telah berubah menjadi titik api (firespot). Sedangkan titik api tersebut tersebar di empat kecamatan yakni kecamatan Kerumuta, Bunut, Langgam dan Pangkalan Kuras.

"Sedangkan titik api terbanyak, masih berada di kecamatan Kerumutan yang saat ini masih tengah dilakukan operasi pemadaman maupun pendinginan. Artinya, pemadaman oleh tim gabungan masih difokuskan diwilayah kecamatan Kerumutan melalui dua sisi yakni jalur darat dan udara menggunakan heli water booming. Pasalnya, ada beberapa titik api yang tak bisa dijangkau tim darat, sehingga harus dilakukan pemadaman melalui udara. Begitu juga dengan pemadaman dan pendinginan di kecamatan Langgam tepatnya di Desa Segati dan Desa Tambak. Artinya, tim gabungan terus berupaya maksimal melakukan penanggulangan karhutla yang saat ini telah berhasil dipadamkan dan hanya tinggal proses pendinginan," ujarnya.

Ditempat terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pelalawan H Syamsul Anwar SH MH menambahkan, bahwa berdasarkan alat pengukur udara milik PT Chevron, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Pelalawan tetap bertahan pada angka PM 10 dibawah 200 dengan kategori udara tidak sehat.

"Untuk itu, kita berharap agar masyarakat Pelalawan dapat mengurangi aktivitas diluar rumah atau ruang terbuka. Dan jika harus keluar rumah, maka gunakanlah masker," tutupnya. (amn)

Editor: Arif

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Kecelakaan Maut di Pekanbaru, Satu Pengendara Motor Meninggal di TKP

Kecelakaan maut di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, pemotor tewas diduga melawan arus usai tabrakan dengan…

28 menit ago

HSBL 2026 Resmi Dimulai, Rengat Jadi Pembuka Ajang Basket Pelajar

HSBL 2026 resmi dimulai di Rengat. Tujuh tim pelajar siap bertanding dalam ajang basket terbesar…

46 menit ago

Cuaca Madinah Tembus 43°C, JCH Riau Alami Gangguan Kesehatan Ringan

Cuaca ekstrem di Madinah capai 43°C, sejumlah jemaah haji Riau alami gangguan ringan. Gelombang I…

57 menit ago

Satpol PP Pekanbaru Tertibkan PKL di Jalan Protokol, Lapak Diangkut

Satpol PP Pekanbaru bongkar puluhan lapak PKL di jalan protokol karena melanggar aturan dan abaikan…

4 jam ago

BBM Langka, Harga Bahan Pokok di Pekanbaru Ikut Merangkak Naik

Harga sembako di Pekanbaru naik akibat BBM langka dan cuaca. Warga manfaatkan pasar murah untuk…

4 jam ago

Minim Marka Jalan, Keselamatan Pengendara di Kuansing Jadi Sorotan

Banyak ruas jalan di Kuansing minim marka dan rambu. Dishub akui keterbatasan anggaran, targetkan perbaikan…

4 jam ago