Kabut asap tebal dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti kabupaten Pelalawan, Selasa (10/9/2019).(Amin/Riaupos)
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) — Kabut asap tebal dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti kabupaten Pelalawan. Bahkan, kondisi ini juga di perparah dengan kembali ditemukannya sebanyak 33 titik titik panas (hotspot) pada Selasa (10/9) kemarin. Dimana dari puluhan titik panas tersebut, 18 titik diantaranya berada pada level confidencenya diatas 70 persen. Tidak hanya menyebabkan kualitas udara (ISPI,red) memburuk yakni pada angka PM10 dibawah 200 dengan kategori tidak sehat, namun jerebu tebal tersebut juga berdampak menyebabkan semakin terbatasnya jarak pandang yakni 1,5 KM.
"Ya, memang kabut asap tebal masih bertahan menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan khususnya kecamatan Pangkalan Kerinci. Namun demikian, jerebu ini didominasi sumbangan dari Provinsi Jambi, sehingga jarak pandang hanya mencapai 1,5 KM," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Drs Hadi Penandio MSi kepada Riau Pos, Selasa (10/9) siang.
Diungkapkan mantan Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan ini, bahwa berdasarkan pantauan satelit milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah kabupaten Pelalawan mengalami penurunan cukup signifikan dari hari sebelumnya sebanyak 57 titik panas. Sedangkan pada Selasa (10/9) ada sebanyak 33 titik titik panas (hotspot) yang 18 titik diantaranya berada pada level confidencenya diatas 70 persen atau telah berubah menjadi titik api (firespot). Sedangkan titik api tersebut tersebar di empat kecamatan yakni kecamatan Kerumuta, Bunut, Langgam dan Pangkalan Kuras.
"Sedangkan titik api terbanyak, masih berada di kecamatan Kerumutan yang saat ini masih tengah dilakukan operasi pemadaman maupun pendinginan. Artinya, pemadaman oleh tim gabungan masih difokuskan diwilayah kecamatan Kerumutan melalui dua sisi yakni jalur darat dan udara menggunakan heli water booming. Pasalnya, ada beberapa titik api yang tak bisa dijangkau tim darat, sehingga harus dilakukan pemadaman melalui udara. Begitu juga dengan pemadaman dan pendinginan di kecamatan Langgam tepatnya di Desa Segati dan Desa Tambak. Artinya, tim gabungan terus berupaya maksimal melakukan penanggulangan karhutla yang saat ini telah berhasil dipadamkan dan hanya tinggal proses pendinginan," ujarnya.
Ditempat terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pelalawan H Syamsul Anwar SH MH menambahkan, bahwa berdasarkan alat pengukur udara milik PT Chevron, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Pelalawan tetap bertahan pada angka PM 10 dibawah 200 dengan kategori udara tidak sehat.
"Untuk itu, kita berharap agar masyarakat Pelalawan dapat mengurangi aktivitas diluar rumah atau ruang terbuka. Dan jika harus keluar rumah, maka gunakanlah masker," tutupnya. (amn)
Editor: Arif
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…