Beberapa anak di Pangkalankerinci menggunakan masker saat bermain di luar rumah, Selasa (10/9/2019). (AMIN/RIAU POS)
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) — Bencana kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti hampir seluruh kabupaten/kota di Propinsi Riau khususnya kecamatan Pangkalan Kerinci sejak dua bulan terakhir.
Bencana ini telah memberikan dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat. Tidak hanya menyebabkan terjadinya peningkatan penyakit akibat kabut asap khususnya ISPA serta melemahnya perekonomian masyarakat, tapi juga membuat keceriaan anak "dicuri" karena hanya bisa beraktivitas di sekitar rumah.
Seperti yang dituturkan salah seorang ibu bernama Selpi (26) warga jalan Seminai kecamatan Pangkalan Kerinci kepada Riau Pos, Selasa (10/9) kemarin. Dikatakannya, bahwa sejak dua pekan terakhir, anak laki-lakinya bernama Ibnu (5), terpaksa harus mengurung diri dalam rumah karena khawatir terkontaminasi udara yang telah berada di level tidak sehat.
"Ya, sejak dua pekan terakhir anak saya terlihat tampak murung karena harus berada didalam rumah. Pasalnya, saya sangat khawatir kesehatan anak saya terganggu jika harus bermain diluar rumah karena udara sudah tidak sehat lagi akibat kabut asap tebal," ujarnya.
Diungkapkan mantan Guru salah satu TK ternama di Pekanbaru ini, biasanya setiap akhir pekan, dirinya membawa anaknya salah satu tempat hiburan anak-anak yang berada di Kota Pangkalan Kerinci. Namun, akibat kabut asap tebal yang masih menyelimuti ini, maka dengan menimbang dampak kabut asap terhadap kesehatan anaknya, maka dirinya mengurungkan niat membawa anaknya keluar rumah atau ruang terbuka.
"Biasanya setiap akhir pekan, saya membawa anak saya bermain ditempat hiburan di ruang publik kreatif depan Kantor Bupati Pelalawan. Tapi karena udara yang telah masuk level tidak sehat, maka saya mengurungkan niat saya untuk membawa anak saya ke luar rumah atau ruang terbuka," lanjutnya.
Dia berharap hujan turun menyeluruh di daerah yang masih terjadi karhutla, sehingga kabut asap ini dapat segera hilang dan mengembalikan keceriaan buah hatinya.(amn)
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…