Categories: Riau

BKKBN Riau Komit Wujudkan Zona Bebas Korupsi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Badan Kepen­dudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Riau komit mewujudkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI WBK/WBBM).

Hal itu terungkap saat BKKBN Perwakilan Provinsi Riau mengadakan kegiatan membangun Satker menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan WBBM di lingkungan BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, Senin (7/9).

Untuk memberikan pendampingan, BKKBN menghadir­kan Korwas Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat (IPP) BPKP Per­wakilan Provinsi Riau  Arief Hadianto sebagai nara sumber.

Disebutkan Arief, dalam mewujudkan ZI ada enam zona perubahan, sehingga  masih banyak yang perlu diwujudkan oleh BKKBN Provinsi Riau seperti kepegawaian.

"Enam area perubahan itu perlu dikejar agar pengungkitnya naik, jadi bisa menaikkan nilai," ungkapnya.

Disampaikan bahwa enam parameter pengungkit ZI adalah Penataan Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja dan Penguatan Kualitas Pelayanan Publik

"Jadi dalam membangun ZI itu, harus dibenahi seperti melakukan penataan sistem manajemen SDM, meliputi rencana keperluan pegawai, pola mutasi internal, pengembangan pegawai berbasis kompetensi, penetapan kinerja individu, penegakan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku pegawai. Lalu melakukan penguatan pengawasan, antara lain meliputi pengendalian gratifikasi, penerapan sistem pengawasan internal pemerintah atau SPIP, penanganan pengaduan masyarakat, penerapan whistle blowing system dan penanganan benturan kepentingan," urainya.

Selain itu juga perlu dilakukan penguatan pelayanan publik, antara lain meliputi penerapan standar pelayanan, budaya pelayanan prima, dan penilaian kepuasan terhadap pelayanan.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Dra Mardalena Wati Yulia MSi mengatakan pihaknya terus berkomitmen menerapkan enam poin atau zona yang ditetapkan untuk mewujudkan ZI WBK/WBBM.

"Termasuk kami juga akan membangun penerapan sistem manajemen anti penyuapan, melarang pegawai melakukan hal-hal yang terkait dengan penyuapan dan menerapkan pengendalian manajemen anti penyuapan yang terintegritas," katanya.

Diakui, bahwa pembangunan ZI WBK/WBBM dan pelaksanaan SPIP dilakukan dengan menggandeng banyak pihak seperti media massa, sehingga publik bisa mengakses dan melakukan pengawasan terhadap semua layanan.

"Kami tentu mengharapkan dukungan dari rekan-rekan media untuk mewujudkan ZI WBK/WBBM," ujarnya.(eca)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

10 jam ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

10 jam ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

1 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

3 hari ago