sunaryo
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau tengah melakukan pembahasan APBD 2020 secara intensif. Saat ini, Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sedang membedah Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2020.
Ditargetkan akhir Agustus ini dewan bersama Pemprov sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) APBD 2020. Sehingga pengesahan APBD bisa dilaksanakan menjelang sisa jabatan anggota DPRD Riau 2014-2019 habis.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo kepada Riau Pos, Selasa (6/8). “Sedang dibahas secara rinci bersama TAPD,” ujar Sunaryo.
Dilanjutkan Sunaryo, pihaknya bersama TAPD bakal melaksanakan pembahasan secara maraton. Sehingga target kinerja di atas bisa terlaksana. Pun begitu, Banggar dikatakan dia akan tetap selektif dalam mengkoreksi seluruh anggaran yang diajukan Pemprov.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang anggota Banggar DPRD Suhardiman Amby. Lelaki bergelar Datuk Panglimo Dalam itu menegaskan, APBD 2020 harus bisa lebih efisien dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Bila perlu anggaran perjalanan dinas dihilangkan diganti dengan program yang lebih menyentuh masyarakat.
“Jadi lebih banyak action,” ujarnya.
Sejauh ini, pembahasan KUA-PPAS masih secara garis besar. Belum masuk ke rincian anggaran kerja. Diakui dia memang memerlukan waktu yang cukup lama untuk membahas secara terperinci. Namun pihaknya optimis ketok palu APBD bisa sesuai waktu yang telah ditetapkan.(nda)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…