Categories: Riau

Jarak Pandang Pekanbaru Turun 4 KM

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebabkan jarak pandang dari pantauan citra satelit di Pekanbaru sekitar pukul 09.00 WIB menurun hanya empat kilometer dengan indikasi smoke (asap, red). Padahal pagi tadi, Kamis (5/9), jarak pandang terpantau masih tujuh km. 

Hasil pantauan Riau Pos, kabut asap pekat tampak menutupi gedung-gedung tinggi disepanjang jalan-jalan protokol. Ini akibat dari adanya Karhutla di sejumlah daerah Provinsi Riau. 

"Ini karena ada pertumbuhan awan di atas. Jadi, pengangkatan atau pergerakan asap menjadi lambat, ditambah angin agak kalem," kata Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Marjuki. 

Mengenai kabut asap itu, lanjut dia, memang sulit untuk diprediksi kapan akan hilang. Karena ada beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan. Pertama, tergantung jumlah titik panas (hotspot) yang ada sekarang ini. Kedua, kondisi pemadaman dilapangan 

"Dari pengalaman, kalau angin masih kalem, sedikit lambat untuk bersihnya. Apalagi, kami tidak tahu kondisi hotspot di lapangan, apakah sudah padam apa belum. Tapi, ada kemungkinan akan menghilang kalau sudah menjelang siang hari," paparnya. 

Meski adanya pertumbuhan awan di langit. BMKG menganalisis kemungkinan peluang hujan ada, tapi untuk Pekanbaru sampai siang ini diperkirakan tidak ada. 

"Pantauan terakhir kali, sekitar Meranti, Bengkalis, Siak pesisir berpeluang hujan sedikit pada pukul 09.00 WIB," terangnya. 

 

Sementara, update terbaru BMKG untuk jumlah titik panas (Hotspot) pukul 06.00 WIB bertambah 60 titik dengan level konfiden diatas 50 persen tersebar di lima kabupaten, yakni Indragiri Hilir 33 titik, Rokan Hilir 16 titik, Indragiri Hulu delapan titik, Kepulauan Meranti dua titik dan Pelalawan satu titik. Jumlah ini bertambah jika dibandingkan data kemarin, (4/9) yang hanya 25 titik saja. 

"Level konfiden di atas 70 persen ada 39 titik. Terbanyak Inhil 20 titik, Rohil sembilan titik, Inhu tujuh titik, Meranti dua titik dan Pelalawan satu titik," terangnya. 

Laporan: Muslim Nurdin/*1

Editor: Edwir

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Mandi di Danau Raja Rengat, Pelajar SMP Tewas Tenggelam

Seorang pelajar SMP tewas tenggelam saat mandi di Danau Raja Rengat, Inhu. Korban diduga kelelahan…

7 jam ago

Bayar Hingga Rp5,7 Juta, Puluhan WNI Gagal Diberangkatkan Ilegal ke Malaysia

Polisi Dumai menggagalkan pengiriman 26 calon PMI ilegal ke Malaysia. Para korban diminta membayar hingga…

8 jam ago

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

2 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

2 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

2 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

2 hari ago