Categories: Riau

Turunkan Stunting dengan Libatkan Semua Pihak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau menggelar kegiatan penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Tahun Anggaran 2022 kepada seluruh pegawai di Kantor BKKBN Riau, Senin (3/1).

"Alhamdulillah kita dapat mengikuti apel pagi sekaligus menandatangani pakta integritas dan kontrak kinerja pada awal tahun ini," ujar Kepala Perwakilan BKKBN Riau Dra Mardalena Wati Yulia MSi, Senin (3/1).

Disebutkan Mardalena, penandatanganan pakta integritas ini bukan hanya seremonial saja, namun mari pedomani dalam melaksanakannya di lingkungan kantor dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Jadi harapannya jangan hanya sekadar tanda tangan. Mari kita hayati, cermati dan laksanakan bersama-sama," ungkapnya.

Selain itu katanya, pegawai harus punya komitmen bersama bagaimana memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat.

Atas nama Perwakilan BKKBN Riau, Mardalena mengucapkan terimakasih atas bantuan, kerja sama dan juga kinerja yang telah diberikan selama ini sehingga semua program yang diamanahkan kepada BKKBN Riau bisa dilaksanakan.

"Mari kita songsong tahun anggaran 2022 ini dengan semangat baru, dengan integritas. Karena kita tetap mempedomani budaya kerja kita yang telah lama kita kenal yaitu budaya kerja keren. Alhamdulillah 2021 kita sudah menyelesaikan pekerjaan kita," jelasnya.

Hasil dari 2021 ini menjadi evaluasi bagi BKKBN. Salah satu yang menjadi evaluasi adalah masih tingginya  unmet need  atau proporsi wanita usia subur berstatus kawin yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menjarangkan kelahiran berikutnya, tetapi tidak memakai kontrasepsi.

"Angkanya bahkan mencapai 25. Itu yang menjadi salah satu tugas kita pada 2022 untuk bisa menurunkannya," sebutnya.

Selain itu, lanjut Mardalena untuk tahun 2022 pihaknya juga fokus terhadap stunting. Sebenarnya stunting ini tidak terlepas dari program-program BKKBN Riau sebelumnya.

"Namun kita harus fokus bagaimana percepatan penurunan stunting sesuai dengan amanat Presiden di 2024 kita harus menurunkan target di angka 14 persen. Kemarin dari hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), Riau berada di angka 22.3 persen. Dengan sisa waktu 2 tahun ini, kita akan bergandeng tangan dengan semua pihak untuk bisa mencapai target yang telah ditetapkan," katanya.(eca)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

51 menit ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

1 jam ago

AI Makin Canggih, Jurnalis Diingatkan Jangan Sampai Kalah dan Kehilangan Fakta

AI membantu kerja jurnalistik, tetapi jurnalis tetap wajib menemukan, memverifikasi, dan mempertanggungjawabkan fakta di tengah…

2 jam ago

Operasional 15 SPPG di Riau Dihentikan, Ini Alasan BGN

BGN menghentikan sementara 129 SPPG, termasuk 15 di Riau, karena belum memiliki Surat Penetapan KPM…

2 jam ago

Eks Kuasa Hukum PT SPRH Dituntut 14 Tahun, Kerugian Negara Capai Rp64,2 Miliar

Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…

6 jam ago

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 21 Puskesmas Kini Disiagakan 24 Jam

Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…

6 jam ago