pascabanjir-sejumlah-desa-berbenah
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Sejumlah desa yang mengalami rendaman banjir cukup lama mulau berbenah. Surutnya banjir membuat warga mulai menata kembali kehidupan mereka seperti di Desa Lubuk Siam, Kecamatan Siak Hulu.
Desa ini menjadi salah satu desa yang terakhir mengalami banjir. Bersama Desa Buluh Cina, desa ini juga mengalami genangan banjir berhari-hari. Namun Kepala Desa Lubuk Siam Amri Jhono memastikan, masyarakat desanya ini sudah beraktivitas secara normal pascabanjir kemarin.
‘’Memang banjir beberapa hari kemarin telah menyababkan beberapa kerusakan seperti aspal jalan yang terkelupas karena tergerus air dan lain-lain. Tapi secara umumu, berkat bantuan segala pihak juga, kondisi kami di desa sudah normal,’’ kata Amri Jhono.
Saat banjir lalu, masyarakat Desa Lubuk Siam menurut Amri sempat terkena penyakit pascabanjir. Dirinya mengidentifikasi penyakit seperti gatal-gatal, demam dan mencret terhadap warganya pascabanjir.
‘’Tapi Alhamdulillah hal ini telah tertangani oleh tim kesehatan dari Kecamatan dan Kabupaten,’’ kata Amri.
Sementara untuk mengatasi jalan yang rusak akibat tergerus atau bahu jalan yang terkikis air, perangkat desa bersama dengan masyarakat menurutnya akan melakukan gotong royong. Terkait berbagai bantuan yang datang ke desanya, Amri ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada semua piha. Termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, Kecamatan Siak Hulu dan TNI maupun Polri.
‘’Kepada semua yang terlibat ya yang memberikan bantuan kepada warga. Termasuk para pengusaha, pihak swasta yang telah peduli terhadap Banjir di Lubuk Siam seperti pemberian obat, penyaluran air bersih, pelayanan kesehatan dan bantuan Sembako,’’ sebut Amri.
Rendaman air yang cukup lama di Lubuk Siam bukan tidak meninggalkan rasa traumatis. Dampak ekonomi masyarakat pasca banjir ini begitu terasa. Karena tanaman dan hewan ternak ikut disapu banjir. Saat ini menurut Amri, warga Lubuk Siam otomatis hanya mengandalkan bidang nelayan dengan menangpkan ikan di sungai Kampar.(end)
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…