Satgas Karhutla Riau saat memadamkan api yang membakar semak belukar di lahan gambut Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau. (MUHAMMAD AKHWAN/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dalam waktu dekat, Polda Riau segera mengumumkan tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari korporasi. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi mengatakan PT SSS dan PT ADEI sudah sidik Krimsus Polda Riau, sementara PT ADEI sidik di Bareskrim Polri, sifatnya join investigasi antara Bareskrim Polri dan Krimsus Polda Riau.
"Satu lagi PT Tesso Indah di Inhu lidik di Krimsus Polda Riau. Jadi, ada 3 yang kami sorot. Terkait tersangka, sebentar lagi, nanti pasti diinfokan," ujar Andri Sudarmadi.
Untuk diketahui, saat ini jumlah kasus karhutla di Riau telah mencapai 64 tersangka dari 61 laporan polisi. Menindaklanjuti penegakan hukum tersangka PT SSS, kata Andri, sudah banyak saksi yang diperiksa. Di antaranya dari pihak perusahaan, masyarakat, dan saksi ahli.
"Pemeriksaan saksi tersangka PT SSS sudah 43 orang. Terdiri dari pihak perusahaan itu, masyarakat dan juga saksi ahli. Saksi ahli ini, masih ada beberapa orang yang masih kami dalami di Jakarta," tutur Andri.
Sementara itu, Andri menyebut untuk PT TI yang berada di wilayah Kabupaten Inhu, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan proses penyelidikan. Selain itu, alat bukti untuk menjerat perusahaan, pihaknya telah koordinasi dengan BPN, Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Pemkab.
Terhadap PT ADEI, Andri menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan penyidik Bareskrim Mabes Polri dan saat ini masih dalam proses. Sudah ada sejumlah saksi yang dilakukan pemeriksaan. (*1/dof)
>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Editor : Rinaldi
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…