PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dibukanya new normal ibadah umrah bagi umat Islam oleh Pemerintah Arab Saudi di tengah pademi Covid-19 ini, masih disikapi hati-hati oleh pengusaha travel umrah di Riau, khususnya di Pekanbaru. Selain, faktor keamanan jamaah, juga terkait regulasi pemerintah yang berdampak ke biaya perjalanan.
"Kami (travel umrah,red) di Pekanbaru sepakat umrah New Normal belum ada yang berani. Mau pastikan dulu keberangkatan pada 1 November ini aman atau tidak, dan Regulasinya seperti apa?,'' jelas Owner PT Silver Silk Tour and Travel, Hj Novrina, Senin (2/11/2020).
Apalagi menurut perempuan yang disapa Novi ini, harga paket umrah yang signifikan angkanya membuat jamaah cukup kaget. Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (ASPHURINDO) tertanggal 28 Oktober 2020, terkait regulasi Pemerintah Saudi dan Indonesia soal pemberangkatan jamaah umrah di masa pademi ini, penerapan protokol kesehatan yang super ketat guna menghindari penyebaran Covid-19 selama menjalani ibadah umrah telah membuat harga paket menjadi naik.
Terjadinya kenaikan paket umrah menyebabkan pengusaha tidak lagi bisa memilih pesawat yang digunakan, tapi harus menggunakan pesawat Saudi Airlines dari Jakarta-jeddah-Jakarta. Jamaah harus menjalani tes PCR 72 jam sebelum berangkat, dan memiliki asuransi perjalanan lengkap.
Adanya kewajiban karantina selama 3 hari di hotel Saudi, dengan keharusan menggunakan hotel bintang 4 dan 5. Kamar hanya boleh untuk dua orang, bus hanya berisi 20 jamaah, tour leader harus orang Saudi. Disamping itu, harga visa, hotel dan transportasi juga naik, belum lagi pajak Pemerintah Saudi juga naik 30 persen. Selain itu, satu kali pemesanan visa hanya untuk 50 jamaah saja.
"Mengacu Regulasi yang ditetapkan Pemerintah Saudi ini, tentu kami tidak mungkin memberangkatkan jamaah yang tertunda dengan harga paket sebelumnya. Makanya kita tunggu sampai normal saja. Apalagi uji coba umrah ini mulai 1 November hingga Desember 2020. Kemarin (1 November 2020) itu, banyak juga visa yang belum keluar,” jelas ibu 4 putri ini.
Laporan: Deslina (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra
Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…
Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…
AI membantu kerja jurnalistik, tetapi jurnalis tetap wajib menemukan, memverifikasi, dan mempertanggungjawabkan fakta di tengah…
BGN menghentikan sementara 129 SPPG, termasuk 15 di Riau, karena belum memiliki Surat Penetapan KPM…
Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…
Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…