Categories: Riau

Pelayanan Rumah Singgah Ditutup

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Rumah singgah yang didirikan Pemerintah Provinsi Riau untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat dampak kabut asap, resmi ditutup. Penutupan ini, dikarenakan status darurat pencemaran udara tidak diperpanjang.

Status darurat pencemaran udara ditetapkan pada, Senin (23/9) berlaku sampai, Senin (30/9). Kebijakan ini, diambil seiring kualitas udara hampir seluruh wilayah Bumi Lancang Kuning berada dalam kategori level berbahaya. Kondisi ini, merupakan dampak dari karhulta yang masih terus terjadi.

Setelah sepekan berlalu kualitas udara sudah berangsur-angsur membaik. Bahkan, kabut asap yang menyelimuti Bumi Melayu telah berakhir dengan turunnya hujan deras secara merata di Riau. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir saat dikonfirmasi Riau Pos tak menampik seluruh pelayanan rumah singgah yang didirikan telah ditutup. Hal itu, kata Mimi, mempertimbangkan kondisi udara sudah membaik.

"Untuk rumah singgah, terhitung mulai 1 Oktober (kemarin, red) di-close (tutup, red) semuanya," ungkap Mimi, Selasa (1/10).

Terpisah, Gubernur Riau, Syamsuar menyampaikan, status darurat pencemaran udara telah berakhir pada 30 September. Namun, Pemrov Riau memutuskan tidak lagi memperpanjang masa berlaku status tersebut.

"Hasil rapat, status itu tidak diperpanjang. Karena kondisi udara sudah membaik," sebut Syamsuar.

Akan tetapi dikatakan Syamsuar, terhadap status siaga karhutla masih dipertahankan hingga masa berlaku habis pada 30 Oktober mendatang.(rir)

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Editor Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Modus Masukkan Kerja, Pria di Mandau Tipu Korban Hingga Jutaan Rupiah

Warga Duri tertipu Rp7 juta dengan modus janji kerja. Pelaku berhasil ditangkap polisi setelah korban…

3 jam ago

AFF U-17 2026, Kurniawan Tanamkan Mental Juara ke Garuda Muda

Pelatih Timnas U-17 Kurniawan targetkan juara AFF 2026. Tekankan mental juara sebagai persiapan menuju Piala…

4 jam ago

45 Ribu Hektare Mangrove Hilang, Pesisir Inhil Kian Rentan

Mangrove di Inhil menyusut drastis, picu abrasi dan banjir. Warga mulai menanam kembali demi menyelamatkan…

4 jam ago

Wako Tinjau Kebakaran Rumah di Senapelan, Pastikan Bantuan untuk Korban

Wako Pekanbaru tinjau lokasi kebakaran di Senapelan dan pastikan bantuan untuk korban. Satu rumah hangus,…

4 jam ago

Sampah Semrawut, Kuansing Gagal Raih Adipura 2025

Kuansing gagal meraih Adipura 2025 akibat masalah sampah. Kondisi kebersihan Telukkuantan dinilai belum memenuhi standar…

4 jam ago

Ruang Panel Fakultas Saintek UIN Suska Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kebakaran terjadi di ruang panel Fakultas Saintek UIN Suska Pekanbaru. Diduga akibat korsleting listrik saat…

4 jam ago