Categories: Riau

Siapkan Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkomitmen melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di kabupaten dan kota. Karena, dengan pembangunan insfrastruktur tersebut dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto diwakili Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setdaprov, Riau Alzuhra Dini Alinoni, saat membuka Diskusi Publik Skema Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur di Riau di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau, Kamis (1/8).

Disebutkannya, dalam percepatan pembangunan infrastruktur, Pemprov Riau telah menyiapkan skema pembiayaan. Sebab, untuk menggesa perbaikan infrastruktur khususnya jalan tidak hanya bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau.

“Karena persoalan infrastruktur di Riau, khsusunya jalan masih menjadi fokus Pemprov Riau. Sebab pemerintah menargetkan ruas jalan provinsi 85 persen dalam kondisi mantap (sesuai target nasional, red),” katanya.

Alzuhra mengatakan, panjang ruas jalan provinsi pada tahun 2023 sepanjang 2.693,87 Km. Di mana sepanjang 1.795,19 Km (66,64 persen) dalam kondisi mantap dan 898,69 Km (33,36 persen) dalam kondisi kurang mantap. Sedangkan kondisi jalan permukaan tanah atau belum tembus sepanjang 380,93 (14,14 persen).

“Jadi untuk mencapai target kemantapan jalan sampai dengan 85 persen itu, dibutuhkan anggaran lebih kurang sebesar Rp12 triliun,” sebutnya.

Alzuhra menyebut, ada beberapa alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur. Alternatif tersebut dibutuhkan karena untuk mewujudkan pembangunan tersebut membutuhkan anggaran besar.

“Jadi skema alternatif pembiayaan pembangunan bisa melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Kemudian hibah, salah satu hibah yang kita terima dari MMC. Di mana Riau satu dari 5 provinsi di Indonesia yang menerima Hibah Compact-2 . Saat ini sedang dalam tahap feabisility study pada fasilitas penyeberangan Ro-Ro Dumai-Pulau Rupat,” ujarnya.

Lalu, melalui skema Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), sebagai komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan dengan memberikan manfaat ekonomi, sosial, lingkungan, hukum dan tata kelola dengan prinsip terintegrasi, terukur, dampaknya bagi masyarakat.

“Selanjutnya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Rata-rata DAK fisik yang diterima Pemprov Riau sejak 2019-2024 mencapai Rp300 miliar pertahun,” ucapnya.

Kemudian, sebut Alzuhra, melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Program tersebut adanya tuntutan dan keinginan masyarakat serta pemerintah daerah, agar pemerintah pusat dapat menangani jalan daerah (nonnasional).

“Alhamdulillah, pada tahun 2023 Provinsi Riau mendapatkan alokasi dana Inpres Jalan Daerah sebesar Rp384 miliar lebih untuk penanganan jalan provinsi dan jalan kabupaten di Riau. Terakhir melalui Dana Bagi Hasil (DBH) sawit, karena komponen DBH ini terdapat untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan,” sebutnya.(sol)

Redaksi

Recent Posts

Cegah DBD dan Malaria, Rutan Rengat Lakukan Fogging Massal

Rutan Rengat lakukan fogging cegah DBD dan malaria. Pengasapan dilakukan menyeluruh demi menciptakan lingkungan sehat…

16 jam ago

Tambang Emas Ilegal Ditertibkan, 5 Rakit PETI Dibakar di Lokasi

Aparat gabungan Polsek dan Koramil musnahkan 5 rakit PETI di Kuantan Hilir. Penertiban dilakukan untuk…

16 jam ago

Tak Hujan Tapi Banjir, Jalan Pelita Pekanbaru Bikin Warga Resah

Jalan Pelita Pekanbaru tergenang meski tak hujan. Drainase tersumbat diduga jadi penyebab, warga minta solusi…

16 jam ago

Laporkan Sampah Menumpuk, Warga Ini Malah Dapat Reward dari Pemko Pekanbaru

Warga Pekanbaru dapat reward usai laporkan sampah menumpuk. Pemko dorong partisipasi publik wujudkan kota bersih…

16 jam ago

Kejar PAD Rp255 Miliar, Pemkab Kuansing Kerahkan PPPK Jadi Juru Pungut Pajak

Pemkab Kuansing sebar PPPK ke desa untuk genjot PAD Rp255 miliar, sekaligus dorong pajak, ekonomi,…

1 hari ago

Tingkatkan Literasi Siswa, Guru di Siak Wajib Kuasai Bahasa Indonesia dengan Baik

Disdik Siak tingkatkan literasi guru lewat PKBI, dorong penguasaan bahasa Indonesia demi meningkatkan kualitas belajar…

2 hari ago