dpr-ri-minta-jangan-ada-penghentian-dan-pemotongan-gaji-guru-honorer
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anggota DPR RI, Achmad meminta pemerintah daerah dan provinsi tidak melakukan penghentian maupun pemotongan gaji terhadap guru honorer. Langkah ini merupakan bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah terhadap guru honorer dan kontrak ditengah pandemi Covid-19 ini.
Menurut Achmad, pemerintah harus memahami esensi mereka sebagai guru honorer dimana mereka berjuang setiap hari, mendidik dengan sepenuh hati dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, sementara apa yang mereka lakukan belum sebanding dengan yang ia terima.
"Saya minta kepada pemerintah jangan ada penghentian guru honorer dan pemotongan gaji mereka, meskipun saat ini mereka tidak bisa mengajar di ruang kelas. Tapi mereka sudah banyak berjasa untuk anak-anak kita," kata Achmad kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/5/2020)
"Tanpa mengenyampingkan guru ASN ya, kalau mereka sudah jelas ada anggarannya," tambahnya.
Lebih lanjut, politisi Demokrat itu menyebut, guru honorer sangat berperan penting dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Bahkan pengabdian mereka melebihi juga tidak kalah besarnya dengan guru yg tekah berstatus ASN. "Kita lihat perjuangan mereka jangan sekarang saja, tapi sebelumnya juga harus dilihat," jelas mantan Bupati Rokan Hulu dua periode itu.
Achmad juga meminta, agar pemerintah segera mengakomodir terutama guru dan tenaga kependidikan honorer non-kategori (GTKHNK) yang berusia di atas 35 tahun untuk dilakukan pengangkatan secara langsung tanpa harus mengikuti ujian umum.
"Logikanya begini, mereka guru honorer 35 plus ini diadu ujian pakai komputer dengan anak milenial, tentu mereka kalah. Tapi secara pengalaman tentu mereka juaranya. Jadi, ya jangan disamakan. Cukup mereka melengkapi administrasinya saja seperti yang lain juga," ujar legislator daerah pemilihan Riau II itu.
Apa lagi, kata Achmad, hari ini merupakan Hari Pendidikan Nasional, sudah selayaknya pemerintah memberikan apresiasi yang terbaik untuk profesi yang dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa itu.
"Hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional, kita berikan yang terbaik untuk mereka agar dunia pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang," tuturnya.
Secara pribadi, Achmad mengungkapkan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik di Indonesia yang telah mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa ini.
"Saya pribadi mengucapkan selamat hari pendidikan nasional. Penghargaan tertinggi serta terima kasih kepada tenaga kependidikan (guru-red) atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini," pungkas Achmad.
Laporan Yusnir (Jakarta)
Editor: Deslina
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…