KENAKAN MASKER: Murid kelas 1 SDN 29 Pekanbaru mengenakan masker saat kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru beberapa hari ini, Rabu (31/7/2019). Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengimbau setiap sekolah mengurangi aktivitas murid di luar ruangan. (MHD AKHWAN/RIAUPOS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memonitor penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sudah terpadu.
Namun karena kondisi cuaca yang kering, membuat tim kesulitan mengendalikan luasa areal yang terbakar. Hal ini disampaikan Direktur Pengendalian Karhutla KLHK, Raffles B Panjaitan saat dikonfirmasi Riau Pos di Jakarta, Rabu (31/7) malam. Dia menyebutkan kondisi ini sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal setelah adanya peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Februari 2019.
"Untuk di Riau antisipasinya sudah dari awal, sejak Februari sudah diprediksi oleh BMKG. Kami sudah melakukan langkah-langkah, makanya waktu Februari, Maret, April bisa terjaga," kata Rafles.
Hanya saja kondisi cuaca yang semakin kering, terutama dua bulan terakhir, membuat potensi terjadinya karhutla kembali meningkat. Bahkan ada daerah di Riau, selama 60 hari tidak turun hujan. “Jadinya makin kering sehingga agak melebar. Namun penanganan di lapangan sudah terpadu yang dijaga sama Satgas Provinsi itu sudah dikerahkan melalui koordinasi gubernur,” jelasnya.
Rafles menuturkan, sumber daya manusia (SDM) di Riau juga sudah cukup banyak, di samping peralatan pendukung untuk pemadaman. Dari Manggala Agni saja ada 220 orang, dibantu tenaga dari balai-balai taman nasional sebanyak 90 regu. Kemudian, pemegang HPH, dan HTI, juga punya 2.248 orang yang melakukan penjagaan di areal-areal mereka. Ditambah dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 736 orang.
“Akan tetapi karena situasi agak kering, dan satu hal lagi yang menjadi agak sulit karena di daerah remote area. Airnya juga sulit. Caranya terpaksa dengan water bombing dan sudah cukup banyak di Riau helikopter dikerahkan untuk menjangkau remote area tadi," jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap dengan penanganan yang terpadu, karhutla yang sekarang masih terjadi bisa segera ditangani. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk betul-betul menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan membakar.(fat/sol/amn/wik/ted)
>>>Selengkapnya baca harian Riau Pos
Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…
RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…
Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…
Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…