Direktur Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda Riau, Kombes Pol Suhirman.
Hal itu bukan tanpa alasan. Pasalnya tingkat peredaran dan penyeludupan barang haram terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Ini ditandai dengan pengungkapan kasus narkoba baik dalam jumlah besar maupun kecil oleh aparat penegak hukum yakni Kepolisian Daerah (Polda) Riau dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau.
Direktur Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda Riau Kombes Pol Suhirman, mengaku prihatin dengan peredaran barang haram di Bumi Lancang Kuning. Dikatakannya, pemberantasan permasalahan tersebut dan penyalahgunaan narkoba menjadi atensi Polda Riau beserta jajaran.
“Boleh dikatakan (Provinsi Riau) darurat narkoba,†ungkap Suhirman kepada Riau Pos saat dijumpai di kantornya di Jalan Prambanan.
Kondisi ini, lanjut Suhirman, disebabkan Riau merupakan jalur sutra masuknya narkoba ke Indonesia yang dikirim dari luar negeri. Selain itu, letak geografis Bumi Melayu sangat strategis berbatasan langsung dengan negara tetangga serta memiliki garis pantai timur yang panjang.
“Memang pantai timur Sumatera merupakan daerah rawan sebagai pintu masuk penyeludupan narkotika, termasuk di Riau. Karena di sini banyak pelabuhan rakyat mau pun pelabuhan tikus yang dijadikan sebagai pintu masuk penyeludupan narkoba,†terang mantan Dir Resnarkoba Polda Bangka Belitung itu.
Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mencatat sebanyak 2.394 warga terserang ISPA akibat kabut asap karhutla…
Sebanyak 1.687 pencari kerja memadati halaman Kantor Bupati Rokan Hulu pada hari pertama Job Fair…
Tim basket putra SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi…
Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…
Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…