Categories: Politik

Penggunaan Rekap Elektronik di Pilkada 2020 Harus Ada Landasan UU

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Dukungan bagi KPU untuk menggunakan teknologi memang besar. Namun, harus dibarengi dengan kesiapan. Tidak hanya soal teknologinya, namun juga regulasinya. Kedua-duanya harus berjalan beriringan agar tidak ada persoalan di kemudian hari atas penggunaan teknologi tersebut. Terlebih, penggunaannya secara resmi merupakan hal baru bagi Indonesia.    

UU Pilkada secara keseluruhan masih memuat tata cara rekapitulasi suara yang dilakukan secara manual dan berjenjang. Tidak ada satupun pasal yang mengatur rekapitulasi secara elektronik. Hanya ada klausul bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan pemilihan diatur dalam peraturan KPU.

Bagi Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay, kondisi tersebut patut menjadi perhatian. Mengingat, e-rekap akan memangkas jenjang rekapitulasi suara. Secara umum, tutur Hadar, pihaknya mendukung penuh pengunaan rekapi-el (rekapitulasi elektronik) dalam pilkada. ’’Perlu landasan hukum yang lebih kuat dan komprehensif, kita pastikan di level Undang-Undangnya,’’ terangnya.

Misalnya bagaimana me­ngatur penanganan sengketa hasil pemilu yang menggunakan rekap-el. Jenis bukti yang digunakan, juga sanksi atas manipulasi dokumen eletronik, itu pengaturan sanksinya harus di level UU. Konsekuensi dari penggunaan rekap-el tidak bisa diatur dengan hanya mengandalkan PKPU.

Di luar itu, Hadar sepakat dnegan Komisi II agar KPU tidak langsung menerapkan rekap-el secara penuh di pilkada 2020. Memang, KPU sudah berpengalaman menggunakan Situng sebagai embrio rekap-el. ’’Tapi belum pernah ada satu uji coba yang betul-betul dipersiapkan dan sampai tuntas,’’ lanjut mantan Plt Ketua KPU itu.

Karena itu, lebih baik KPU tidak memaksakan bila proses uji coba belum dilalui. Dia menyarankan KPU menggunakan rekap-el secara pararel dengan rekap manual. Khusus rekap-el, dilakukan di beberapa daerah yang menurut penilaian KPU benar-benar siap melaksanakan. Selebihnya tetap menggunakan rekap manual.

Secara keseluruhan, ada dua hal yang perlu disiapkan untuk menerapkan rekap-el. Pertama adalah regulasi di level UU. Kemudian, uji coba teknis secara tuntas oleh KPU di beberapa daerah sebelum menerapkannya secara menyeluruh di semua wilayah.(byu/jpg)

Editor: Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Go-SoC Perawang Kembali Ramaikan Riau Pos Gowes Merdeka, Puluhan Goweser Siap Berangkat

Go-SoC Perawang menyiapkan 25 goweser untuk Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menargetkan jumlah peserta…

11 jam ago

Kabar Baik untuk ASN Rohul, Gaji Agustus Ditargetkan Masuk Rekening Senin

Gaji ASN Rohul Agustus 2026 ditargetkan masuk rekening Senin. Keterlambatan terjadi akibat gangguan SP2D Online…

12 jam ago

Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Rizky Ridho Minta Maaf kepada Suporter

Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan Singapura 1-1. PSSI memastikan hasil tersebut…

12 jam ago

Buaya Muara Keluar dari Sungai, Warga Desa Undan Sampai Lari Menyelamatkan Diri

Buaya muara berukuran besar masuk perkampungan Desa Undan, Inhil, hingga mengejar warga sebelum akhirnya berhasil…

13 jam ago

KPK Dalami Tiga Pertemuan Suhardiman Amby dengan Menteri Kehutanan

KPK mengungkap tiga pertemuan Suhardiman Amby dan Raja Juli Antoni, termasuk dugaan penyerahan uang 14.000…

13 jam ago

Tragedi Pagi di Pekanbaru, Rosdiana Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibacok Mantan Suami

IRT di Pekanbaru tewas diduga dibacok mantan suami. Polisi mengamankan pelaku dan sebilah parang dari…

1 hari ago