(DOK.RIAUPOS.CO)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud juga terus melakukan perlawanan terhadap dugaan kecurangan pemilu. TPN bahkan membentuk tim khusus untuk mengungkapkan kecurangan dengan nama Tim Pembela Demokrasi dan Keadilan (TPDK) Ganjar-Mahfud.
Tim itu dipimpin dua advokat senior, yakni Todung Mulya Lubis sebagai Ketua, dan Henry Yosodiningrat selaku wakil ketua. Todung mengatakan, pihaknya mengajak seluruh anak bangsa yang ingin turut berkontribusi dalam mengungkapkan berbagai kecurangan yang terjadi pada Pilpres 2024. “Dan mengembalikan Indonesia ke jalur demokrasi dan rule of law,” kata Todung usai rapat tertutup di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (19/2).
Menurut Todung, seluruh perjuangan itu dilakukan untuk menyelamatkan demokrasi yang berkedaulatan rakyat. Bukan demokrasi-kekuasaan, bukan demokrasi yang menghalalkan segala cara.
Dia mengatakan, hal itu sangat penting dan strategis karena pada November 2024 akan diselenggarakan Pilkada serentak di seluruh Indonesia. “Jika perjuangan ini tidak kita tempuh, niscaya ke depan akan muncul ketidakpercayaan terhadap proses demokrasi di Indonesia,” ungkap Todung.
Todung menjelaskan, TPDK Ganjar-Mahfud dibentuk berdasarkan rekomendasi rapat TPN Ganjar-Mahfud, yang dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan, Partai Persatuan Indonesia (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Hanura pada 15 Februari 2024 lalu.
Dalam rapat tersebut, para ketua umum partai pengusung Ganjar-Mahfud menyepakati pembentukan tim khusus. Guna melakukan perlawanan secara terukur melalui jalur hukum dan politik atas berbagai kecurangan pemilu dari hulu ke hilir yang mengarah pada pelanggaran pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
Kemudian, pada 16 Februari 2024 berlangsung rapat koordinasi untuk menindaklanjuti arahan dari para ketua umum partai pengusung Ganjar-Mahfud. Hasilnya, tim khusus yang disebut TPDK Ganjar-Mahfud resmi dibentuk. “Tim khusus sudah dibentuk dan langsung bekerja di bawah arahan para ketua umum dan sekretaris jenderal parpol pengusung,” kata Todung.
Henry Yosodiningrat mengatakan, tim khusus akan mengkritisi kerusakan demokrasi dan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang dinilai sebagai pemilu dengan kerusakan paling parah dalam sejarah pemilu di Indonesia di masa Reformasi.
Menurutnya, dengan memperhatikan arahan para ketua umum partai pengusung, maka yang diperjuangkan oleh tim khusus adalah demokrasi, hukum dan keadilan. Arahan para ketua umum partai pengusung Ganjar-Mahfud bertujuan untuk menghasilkan kualitas demokrasi melalui pemilu yang sangat menentukan kelangsungan masa depan bangsa.
Karena itulah perjuangan yang dilakukan adalah untuk menempatkan kembali kedaulatan rakyat pada jalan demokrasi melalui prinsip-prinsip supremasi hukum dan keadilan. “Tm khusus yang telah dibentuk ini akan langsung bergerak di bawah koordinasi Ganjar Pranowo dan Mahfud MD,” paparnya.(lum/tyo/wan/jpg)
Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…
Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…
Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…
Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…
DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…