Categories: Politik

KPU Masih Kaji Durasi Kampanye 75 Hari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menegaskan belum ada kesepakatan terkait durasi masa kampanye Pemilu 2024. Hal itu menepis pernyataan sejumlah anggota Komisi II DPR terkait kesepakatan masa kampanye selama 75 hari.

Komisioner KPU RI Idham Holik mengatakan, rapat konsinyasi hanya membahas pendalaman. Di situ, KPU membeberkan berbagai kendala yang dialami termasuk dalam hal kampanye. Namun, belum ada kesepakatan apapun. "Kalau keputusan adanya dalam rapat kerja," ujarnya saat dihubungi kemarin (17/5).

Idham menambahkan, durasi kampanye 75 baru sebatas usulan dewan. Saat ini, tim di internal KPU tengah melakukan kajian atas usulan tersebut. Dia belum bisa menyimpulkan apakah usulan itu ideal atau tidak untuk diterapkan. Hasil kajian KPU nanti akan disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR.

Peneliti Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana memandang, meski lebih efisien, ada sejumlah resiko jika durasi kampanye dipangkas secara signifikan. Pertama dari segi kepentingan pemilih, perlu dikaji apakah waktu 75 hari cukup bagi pemilih untuk mendapatkan sosialisasi dari calon. Patut dicatat, jumlah calon dalam pemilihan legislatif 2024 terbilang besar. "Berpotensi dapat semakin menghilangkan esensi dari pendidikan politik melalui kampanye," ujar­nya.(far/bay/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

19 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

20 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

20 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

20 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago