Categories: Politik

Pemilih Perempuan Berpeluang Mendominasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemilih perempuan diprediksi cenderung mendominasi dalam pemilihan kepala daerah langsung, pada 23 November 2024 mendatang. Hal ini menjadi pembahasan dalam diskusi ilmiah Peluang dan Tantangan Pilkada 2024 yang digelar Prodi Administasi Negara S1, Fekonsos UIN Suska Riau, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum, dimana angka keterwakilan perempuan dalam pemilu 30 persen. Namun demikian, berdasarkan kondisi lapangan angka tersebut ternyata kurang dari 30 persen. Informasi ini diterima Riaupos berdasarkan keterangan resmi dari Dosen Fekonsos UIN Suska Riau Afrinaldy, Rabu (15/4).

“Berdasarkan data pemilihan presiden, 10 Februari 2024 terdapat selisih 100 ribu pemilih antara pemilih laki laki berjumlah 2.409.210 dan pemilih perempuan 2.339.931. Hal ini menunjukkan perempuan merupakan komponen penting dalam masyarakat,” ujar Kepala Pusat Gender dan Anak UIN Suska Riau Dr Mustiqowati Ummul Fithriyyah MSi, sebagai salah seorang narasumber dalam diskusi tersebut.

Dalam paparannya, Doktor lulusan universitas terkemuka di Indonesia ini mengungkap perempuan memiliki pengalaman berbeda dengan laki-laki baik secara biologis maupun budaya. Sehingga wajib hadir dalam ruangan politik untuk menyampaikan kepentingan. “Isu-isu yang berkembang di ruang publik sebagian besar adalah bias gender,” ulas dosen Fekonsos UIN Suska ini.

Acara diketuai Hj Kafrina MSi dengan moderator yang dipandu Seihani SE.MM dan dihadiri oleh kajur prodi ana S1,Dr khairunsyah Purba,sivitas akademika uin suska serta dosen fekonsos dan mahasiswa dan mahasiswi.

Pembicara lain, Ratna Dewi menjelaskan tentang dinamika khususnya digital dari kondisi sekarang. Karena menurutnya, sekarang adalah zaman digital khususnya dalam kampante yang ada datang dan itu sudah terlaksana 2024. Salah satunya adalah saat debat Pilpres sejak tahun 2019. Terbaru, pelaksaanan kampanye salah satu pasangan calon melalui aplikasi media sosial, seperti TikTok.

“Teknologi menjadi salah satu penentu paslon untuk maju di Pilpres. Cara ini tentu bisa dilaksanakan untuk pilkada 23 November mendatang,” papar Ratna Dewi. (egp)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

1 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

1 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

2 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

2 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago