Categories: Politik

Djohermansyah Djohan Nilai DPR Terlalu Pede

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Djohermansyah Djohan mempertanyakan, kenapa DPR, pemerintah dan KPU dalam rapat bersama tidak mengajak ahli epidemiologi. Sebab penyelenggaran Pilkada 2020 ini sangat berisiko karena belum adanya penurunan kurva dari penyebaran virus corona atau Covid-19 di dalam negeri.

“Kawan-kawan ahli epidemiologi tidak diajak bi­cara dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Nah ini jadi satu tanda tanya,” ujar Djohermansyah dalam diskusi yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Sabtu (13/6).

Sementara mengenai DPD RI yang memutuskan tidak mendukung keputusan Pilkada serentak digelar Desember 2020. Hal itu karena saat ini pandemi virus Korona atau Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Djohan pun menyambut baik keputusan tersebut.

Dia malah mempertanyakan kenapa DPR, pemerintah dan KPU memutuskan pesta demokrasi ini tetap digelar di tengah pandemi virus corona di tanah air. “Makanya saya heran juga kenapa DPR seolah-olah kok percaya diri sekali bahwa pelaksanaan Pilkada ini akan berlangsung dengan efektif,” katanya.

Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah sebaiknya melakukan kaji ulang keputusan Pilkada serentak digelar 9 Desember 2020. Mengingat Kemenkes dan Gugus Tugas dari BNPB belum pernah menyatakan wabah ini berakhir. Sampai hari ini masih banyak daerah, baik provinsi maupun kota kabupaten yang masih dalam zona merah. Bahkan kurvanya belum menurun. Malah di sebagian daerah menunjukkan tren naik.

“Belum dari sisi kualitas pilkada apabila diselenggarakan dalam situasi di mana pandemi belum dinyatakan berakhir. Ini penting untuk dikaji secara mendalam, termasuk apa urgensinya harus dipaksakan tahun ini?,” ujarnya.

La Nyalla mengatakan, republik ini tidak terancam bubar hanya karena pilkada ditunda. Sebab, sudah ada mekanisme bila masa jabatan kepala daerah berakhir, bisa ditunjuk pelaksana tugas untuk menjalankan pemerintahan daerah.

Pilkada akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 dengan 270 wilayah di Indonesia. Terdiri dari pemilihan gubernur dan wakil gubernur, pemilihan wali kota dan wakil wali kota, serta bupati dan wakil bupati. Adapun pemilihan gubernur dan wakil gubernur berlangsung di sembilan provinsi. Yakni Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.(jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Buron ke Sumut, Dalang Pembakaran Jaring Nelayan di Rohil Akhirnya Ditangkap

Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.

11 jam ago

Antrean BBM Mengular, Pemprov Riau Ajukan Tambahan 99.700 KL Biosolar

Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…

11 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Bertanding

Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…

12 jam ago

PLN Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…

12 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Seragam Gratis Rampung Dibagikan Oktober

sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…

13 jam ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 34 Pesawat dari Pekanbaru Batal

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…

13 jam ago