Categories: Pekanbaru

Menjelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Pekanbaru Mulai Menggeliat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tinggal menghitung waktu. Menjelang hari besar umat Islam tersebut, sejumlah peternakan hewan kurban di Pekanbaru mulai ramai didatangi masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah kurban.

Langit sore di kawasan Arengka Atas, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, tampak mulai redup saat aktivitas di sebuah kandang ternak perlahan selesai, Sabtu (16/5). Jarum jam menunjukkan pukul 16.30 WIB ketika suara embikan kambing dan domba masih terdengar dari balik pagar kandang di Jalan Pahlawan Nomor 17.

Di lokasi itu, pemilik Peternakan Aisyah, Boya, baru saja menuntaskan rutinitasnya memberi makan ternak. Setelah memastikan seluruh hewan dalam kondisi baik, ia duduk beristirahat di sudut kandang sederhana miliknya.

Sudah 11 tahun Boya menjalani usaha peternakan kambing dan domba. Dari usaha tersebut, ia menggantungkan hidup sekaligus menaruh harapan setiap kali musim Iduladha tiba.

Saat ini, sekitar 100 ekor kambing dan domba dipeliharanya. Sebagian merupakan kambing perah yang menghasilkan susu kambing murni, sementara sisanya disiapkan untuk kebutuhan hewan kurban.

Menjelang Iduladha, kandangnya mulai ramai dikunjungi pembeli. Meski demikian, Boya mengaku penjualan tahun ini masih berjalan normal dan belum mengalami lonjakan signifikan.

“Kalau dibanding tahun kemarin hampir sama. Biasanya dua pekan menjelang Iduladha baru mulai ramai yang pesan,” ujarnya, Ahad (17/5).

Ia mengatakan, stok kambing kurban miliknya bahkan sudah habis dipesan pelanggan. Kini, hewan yang masih tersedia hanya domba dengan berbagai ukuran.

Harga kambing maupun domba yang dijual bervariasi, mulai Rp1,8 juta hingga Rp8 juta per ekor. Harga ditentukan berdasarkan ukuran dan berat hewan.

“Kalau yang Rp8 juta berat hidupnya sekitar 90 kilogram. Kalau yang Rp1,8 juta beratnya sekitar 15 sampai 18 kilogram,” jelas Boya.

Mayoritas pembeli berasal dari Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Menurutnya, pelanggan dari wilayah sekitar lebih mudah dilayani terutama dalam proses pengiriman ternak.

“Kalau terlalu jauh kami susah mengantarnya,” katanya sambil tersenyum.

Di balik aktivitas jual beli hewan kurban, Boya mengaku sering tersentuh melihat semangat masyarakat yang datang untuk beribadah. Menurutnya, banyak pelanggan yang sudah mempersiapkan dana khusus demi membeli hewan kurban.

“Rata-rata yang membeli hewan kurban itu sudah menyiapkan amplopnya sendiri untuk membeli hewan kurban. Kadang saya terharu melihat mereka,” ucapnya.

Bagi Boya, musim kurban bukan sekadar tentang keuntungan usaha. Ia melihat langsung nilai keikhlasan dan semangat berbagi dari masyarakat yang datang ke kandangnya setiap tahun.

Meski demikian, menjadi peternak juga bukan perkara mudah. Salah satu tantangan terbesar yang kini mulai dirasakannya adalah semakin sulit mencari rumput untuk pakan ternak.

Pesatnya perkembangan kota membuat lahan hijau semakin berkurang. Kondisi itu membuatnya mulai memikirkan alternatif pakan demi menjaga keberlangsungan usaha di masa mendatang.

“Sekarang cari rumput makin susah karena kota makin besar. Jadi harus mulai dipikirkan pakan alternatif ke depannya,” ujarnya.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Boya tetap bertahan dan terus merawat ternaknya satu per satu. Dari kandang sederhana itu, ia berharap musim kurban tahun ini membawa keberkahan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi masyarakat yang datang membeli hewan kurban untuk berbagi dengan sesama. (dof)

Redaksi

Recent Posts

Polres Bengkalis Menang Praperadilan Kasus Karhutla di Rupat Utara

PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.

6 jam ago

Sehari Dicari, Pegawai PNM Pelalawan Ditemukan Mengapung di Sungai Indragiri

Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu

7 jam ago

Piala Dunia Anak Regional Riau Tuntas, Ini Tim yang Lolos ke Bandung

Empat tim juara Regional Riau memastikan tiket ke Piala Dunia Anak Indonesia 2026 tingkat nasional…

10 jam ago

BPKAD Meranti Tegaskan Tak Pernah Terima Dana Reboisasi Puluhan Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti membantah menerima Dana Reboisasi Rp23,15 miliar dan menegaskan hal itu tidak sesuai…

10 jam ago

Lebih dari 10 Titik Jalan di Bangkinang Diperbaiki Dinas PUPR Kampar

Dinas PUPR Kampar memperbaiki lebih dari 10 titik jalan di Bangkinang dan Bangkinang Kota demi…

19 jam ago

Pemkab Siak Bagikan 49 Ribu Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

Pemkab Siak membagikan 49.360 seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP di 294…

19 jam ago