Categories: Politik

KPU Respons Tudingan Anomali Suara PSI

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI angkat suara terkait dugaan melonjaknya suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam aplikasi data Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). Anggota KPU Idham Holik menegaskan, hasil Pemilu 2024 disahkan berdasarkan rekapitulasi berjenjang, bukan data yang ditampilkan dalam situs real count KPU.

“Proses penghitungan suara di TPS dan rekapitulasi perolehan suara peserta pemilu dilakukan secara terbuka oleh KPPS, PPK, KPU kabupaten/kota dan KPU provinsi serta KPU,” kata Idham kepada wartawan, Ahad (3/3).

Idham mengatakan, sampai saat ini proses penghitungan suara berjenjang terus dilakukan, yang juga dikawal saksi peserta pemilu. Bahkan, proses itu juga turut diawasi Bawaslu. “Dan pemantau terdaftar, serta jurnalis media yang dapat meliput kegiatan tersebut,” ucap Idham.

Idham mengutarakan, UU Pemilu telah mengatur bagaimana penanganan dugaan pelanggaran dalam pemilu. Menurutnya, saat ini sudah ada 65,75 persen TPS untuk Pileg DPR yang datanya sudah diunggah ke Sirekap. “Data itu menampilkan foto formulir model C. Hasil pleno yang dapat dicek atau diverifikasi,” papar Idham.

Meroketnya suara PSI dalam kurun waktu cukup singkat menjad sorotan. Perolehan suara sementara PSI di tingkat nasional melesat dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengingatkan semua pihak untuk tidak menyampaikan pernyataan tendensius menyikapi rekapitulasi suara KPU yang hingga kini masih berlangsung.

Ia mengakui memang saat ini posisinya suara PSI ada di angka 3,13 persen, dengan jumlah suara terhitung 65,73 persen. ’’Penambahan termasuk pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal wajar. Yang tidak wajar adalah apabila ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut,” ucap Grace, Sabtu (2/3).

“Apalagi hingga saat ini masih lebih dari 70 juta suara belum dihitung dan sebagian besar berada di basis-basis pendukung Jokowi di mana PSI mempunyai potensi dukungan yang kuat,” sambungnya.

Grace mengingatkan perbedaan antara hasil quick count dengan rekapitulasi KPU juga terjadi pada partai-partai lain. Ia pun mencontohkan, hitung cepat versi lembaga survei Indikator Indonesia atas PKB yang hasilnya 10,65 persen tetapi berdasarkan rekapitulasi KPU mencapai 11,56 persen atau ada penambahan 0,91 persen.

“Contoh lain adalah suara Partai Gelora yang berdasarkan quick count 0,88 persen, sementara rekapitulasi KPU 1,44 persen alias selisih 0,55 persen,” ujar Grace. Dia menambahkan, menurut hitung cepat Indikator, ada di angka 2,66 persen sementara rekapitulasi KPU ada di 3,13 persen atau selisih 0,47 persen. Ia berujar, selisih PSI lebih kecil dibanding kedua contoh sebelumnya.(jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

22 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

22 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

23 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

2 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

2 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

2 hari ago