Categories: Pekanbaru

14 Ribu Siswa SMP di Pekanbaru Jalani TKA, Ini yang Perlu Diketahui

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Pekanbaru mulai dilaksanakan pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 14 ribu siswa dari sekolah negeri maupun swasta.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, jumlah peserta terdiri dari 9.942 siswa SMP negeri dan 4.841 siswa SMP swasta. Selain itu, program Paket B juga turut ambil bagian dengan 725 peserta yang berasal dari 1 SKB/SPNF dan 33 PKBM.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Safrian Tommi, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA yang merupakan bagian dari Asesmen Skala Nasional (ASN) melibatkan sistem pengawasan silang guna menjaga objektivitas.

Sebanyak 167 pengawas ditugaskan di SMP negeri, sementara 129 pengawas lainnya bertugas di SMP swasta selama pelaksanaan ujian.

Ia menjelaskan, pelaksanaan TKA dibagi dalam empat gelombang. Pada gelombang pertama diikuti 41 SMP negeri dan 62 SMP swasta. Gelombang kedua melibatkan 41 SMP negeri dan 43 SMP swasta.

Sementara itu, gelombang ketiga diikuti 21 SMP negeri dan 7 SMP swasta, serta gelombang keempat terdiri dari 10 SMP negeri dan 6 SMP swasta.

Secara teknis, TKA dirancang untuk mengukur kompetensi dasar siswa secara menyeluruh. Materi yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia berbasis literasi dan Matematika berbasis numerasi.

Dari total 30 soal yang diberikan, sebagian merupakan soal penguatan literasi dan numerasi. Siswa diberikan waktu selama 75 menit untuk menyelesaikan ujian tersebut.

Selain itu, peserta juga mengikuti Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar dengan durasi masing-masing selama 20 menit.

Menurut Safrian, pelaksanaan TKA bertujuan untuk mengetahui capaian akademik siswa sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

Melalui hasil TKA, diharapkan dapat diperoleh gambaran kemampuan siswa secara menyeluruh sebagai dasar perbaikan kualitas pendidikan ke depan.

Ia juga mengimbau kepada orang tua dan siswa agar tidak menganggap TKA sebagai ujian yang menegangkan seperti Ujian Nasional (UN) pada masa lalu.

Pasalnya, TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Meski demikian, hasil TKA tetap memiliki nilai strategis, terutama sebagai salah satu syarat atau dokumen pendukung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK melalui jalur prestasi.

Dengan demikian, TKA menjadi peluang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan akademik tanpa harus menghadapi tekanan berlebihan.(ilo)

Redaksi

Recent Posts

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

18 jam ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

2 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

4 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

4 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

4 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

4 hari ago