Komjen Purn Anang Iskandar(jpnn.com)
JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Mantan Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal (Purn) Anang Iskandar mengaku tidak sependapat dengan anggapan publik tentang konflik antara kepolisian dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, justru Polri dan KPK bisa bersinergi dalam pemberantasan korupsi.
“Satu rumah kok. Itu tergantung pimpinannya. Ya tinggal menyinergikan saja. Membangun team building,” ucap Anang usai mendaftar sebagai calon pimpinan KPK di kompleks Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (3/7).
Jika kelak memimpin KPK, Anang menegaskan bahwa team building akan menjadi perhatian utamanya. Selain itu, mantan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut juga akan meningkatkan aparatur di KPK demi mengoptimalkan pemberantasan korupsi.
Anang pun merasa yakin mampu berbuat di KPK karena punya pengalaman di reserse dan pernah menjadi atasan para penyidik. Karena itu mantan Kapolda Jambi itu akan berfokus pada tiga hal jika kelak memimpin KPK.
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…